
Pantau - Ajang balap sepeda KAI Ngebel KOM 2026 dinilai mampu menggerakkan sektor sport tourism di wilayah Madiun dan Ponorogo, Jawa Timur, melalui kehadiran sekitar 500 peserta dari berbagai daerah dan negara.
Peserta dari 20 Provinsi dan Tujuh Negara Ikuti KAI Ngebel KOM
Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyambut baik penyelenggaraan event terbaru dari Mainsepeda yang mengambil rute dari Kota Madiun menuju Telaga Ngebel di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Ponorogo.
Bagus mengatakan kehadiran ratusan peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor ekonomi dan pariwisata di wilayah yang dilalui.
"Kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama sektor usaha lokal," ujar Bagus.
Menurut Bagus, dampak kegiatan tersebut terlihat dari meningkatnya tingkat hunian hotel, ramainya kunjungan ke tempat kuliner, serta kesempatan masyarakat menunjukkan keramahan khas Madiun.
Bagus menyampaikan hal tersebut saat melepas peserta KAI Ngebel KOM 2026 dari depan Kantor KAI Daop 7 Madiun pada Sabtu.
Ia mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme peserta karena target awal penyelenggara hanya sekitar 300 pesepeda, namun jumlah pendaftar meningkat hingga mencapai 500 orang.
Founder Mainsepeda Azrul Ananda juga menyampaikan apresiasi atas tingginya minat peserta dalam penyelenggaraan perdana KAI Ngebel KOM.
Azrul mengatakan jumlah peserta yang mencapai 500 orang membuat pendaftaran harus ditutup karena tingginya permintaan.
"Biasanya jumlah peserta tidak terlalu banyak apabila bukan ajang Bromo KOM, namun KAI Ngebel KOM langsung menarik 500 peserta," ungkap Azrul.
KAI Ngebel KOM 2026 diikuti peserta dari 210 komunitas yang berasal dari 89 kota, 20 provinsi, serta tujuh negara, yakni Australia, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, dan Belanda.
Rute Baru Perkuat Promosi Wisata Jawa Timur Bagian Barat
Ajang KAI Ngebel KOM 2026 menghadirkan tantangan olahraga sekaligus memperkenalkan destinasi wisata baru di Jawa Timur bagian barat.
Peserta memulai perjalanan dari Kota Madiun dengan melewati Pahlawan Street Center yang memiliki berbagai miniatur landmark dunia sebelum menuju wilayah Ponorogo.
Setelah melintasi Kota Madiun, rombongan peserta bergerak menuju titik istirahat di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, pada kilometer 54,5.
Peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju titik awal KOM Challenge sebelum menaklukkan tanjakan sepanjang 15 kilometer menuju Telaga Ngebel di lereng Gunung Wilis.
Bagus berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Kota Madiun pada tahun berikutnya karena memberikan manfaat bagi ekonomi dan pariwisata daerah.
Pemerintah daerah menilai kegiatan olahraga tersebut dapat memperkuat promosi wisata sekaligus meningkatkan aktivitas usaha masyarakat sekitar.
KAI Ngebel KOM 2026 menjadi event debut Mainsepeda dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan penyelenggaraan awal ajang lainnya seperti Bromo KOM yang pada tahun pertamanya diikuti sekitar 350 peserta.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Madiun dan Ponorogo sebagai kawasan tujuan sport tourism di Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick



