HOME  ⁄  Nasional

Basuki: Mangrove Jadi Pelindung Alami Pesisir dan Kurangi Kebutuhan Infrastruktur Penahan Abrasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Basuki: Mangrove Jadi Pelindung Alami Pesisir dan Kurangi Kebutuhan Infrastruktur Penahan Abrasi
Foto: Foto: Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono dalam sambutan pada Media Gathering Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026). (Sumber: ANTARA/Farika Nur Khotimah)

𝙋𝙖𝙣𝙩𝙖𝙪 - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono mengatakan hutan mangrove dapat menjadi pelindung alami kawasan pesisir sehingga mengurangi kebutuhan pembangunan infrastruktur fisik untuk melindungi pantai dari abrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Basuki saat memberikan sambutan pada Media Gathering Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).

Mangrove Dinilai Efektif Lindungi Kawasan Pesisir

Basuki menjelaskan pembangunan ketahanan pesisir selama ini umumnya mengandalkan struktur fisik atau bangunan sipil.

Menurutnya, ketahanan pesisir juga dapat dibangun melalui struktur alami atau biologis berupa hutan mangrove.

"Mangrove sangat efektif melindungi kawasan pesisir dari abrasi," ungkap Basuki.

Ia mengatakan abrasi yang tidak ditangani dapat menyebabkan garis pantai terus terkikis sehingga daratan semakin berkurang.

Selain mencegah abrasi, keberadaan mangrove juga dinilai mampu membantu meredam gelombang tsunami.

Basuki menambahkan berbagai informasi dan publikasi menunjukkan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon lebih besar dibandingkan pohon-pohon darat.

Menurutnya, manfaat mangrove sangat besar, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Program M4CR Libatkan Masyarakat Pesisir

Basuki mengatakan Otorita IKN mendukung pelaksanaan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang diawali di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Ia menyampaikan program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui pelibatan petani lokal sebagai penyedia bibit mangrove.

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) merupakan program rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan.

Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia sejak 2024.

Pelaksanaan program M4CR dilakukan di empat provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.

Program tersebut mencakup rehabilitasi mangrove, penguatan tata kelola, serta pelibatan masyarakat pesisir dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Penulis :
Arian Mesa