HOME  ⁄  Nasional

Jafar Tri Maulana Sebut Emosi Jadi Penyebab Utama Trader Mengalami Kerugian

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Jafar Tri Maulana Sebut Emosi Jadi Penyebab Utama Trader Mengalami Kerugian
Foto: Foto: Siluet siswa belajar aktivitas trading atau jual beli aset keuangan bursa efek di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) SMA Kalam Kudus Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (10/12/2025). Galeri Investasi BEI tersebut untuk mendorong minat investasi dan edukasi literasi keuangan kepada generasi muda serta memudahkan pemula memahami pasar modal, mekanisme transaksi, serta manajemen risiko dalam berinvestasi. (Sumber: ANTARA/Mohammad Ayudha)

𝙋𝙖𝙣𝙩𝙖𝙪 - Edukator pasar finansial Jafar Tri Maulana mengungkapkan penyebab terbesar kegagalan trader dalam aktivitas trading berasal dari diri mereka sendiri, terutama karena kurangnya pengendalian emosi dan disiplin dalam menjalankan manajemen risiko.

Pernyataan tersebut disampaikan Jafar di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Pengendalian Emosi Dinilai Lebih Menentukan

Jafar mengatakan banyak trader mengalami kerugian bukan karena kemampuan analisis teknikal yang kurang.

Menurutnya, analisis teknikal tetap penting, tetapi tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa pengendalian emosi dan disiplin.

"Saya pernah mengalami kondisi ketika keuntungan yang diperoleh akhirnya berubah menjadi kerugian karena tidak mampu mengendalikan emosi saat melakukan trading," ungkap Jafar.

Ia menjelaskan pada awal menekuni trading sempat menikmati keuntungan yang meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, euforia setelah memperoleh keuntungan justru mendorongnya mengambil keputusan yang tidak rasional dengan mengejar keuntungan lebih besar tanpa memperhitungkan risiko.

Akibatnya, keuntungan yang telah diperoleh perlahan habis dan berubah menjadi kerugian yang lebih besar.

Menurut Jafar, pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa keberhasilan seorang trader tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca arah pasar, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri saat berada di bawah tekanan.

Trader Diminta Disiplin Jalankan Aturan

Jafar mengatakan banyak trader sebenarnya telah memiliki metode analisis yang baik dan mampu memperoleh keuntungan pada tahap awal.

Namun, ketika rasa takut, serakah, atau terlalu percaya diri mulai mendominasi, keputusan trading menjadi tidak objektif.

Ia menyebut sekitar 80 persen trader mengalami kerugian akibat emosi dan kurangnya pengendalian diri.

Menurut Jafar, salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan trader pemula adalah terburu-buru mengganti strategi setelah mengalami kerugian.

Ia menyarankan trader tidak langsung mengganti strategi, melainkan memperbaiki pola pikir serta tetap menjalankan standar operasional (SOP), manajemen keuangan (money management), dan aturan yang telah disusun.

Jafar menambahkan keinginan untuk cepat kaya sering membuat trader mengabaikan aturan yang telah dibuat sendiri.

Saat memperoleh keuntungan, trader cenderung menjadi terlalu percaya diri dan membuka posisi yang lebih besar.

Sebaliknya, ketika mengalami kerugian, banyak trader terdorong mengejar kerugian tersebut dengan mengambil risiko yang lebih tinggi.

Penulis :
Arian Mesa