
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Suci Tumpek Krulut yang memiliki makna kasih sayang dalam tradisi Bali.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan perayaan Tumpek Krulut dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
"Jadikan Tumpek Krulut sebagai momentum mempererat persaudaraan, saling peduli, menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ujar Sang Nyoman Sedana Arta.
Layanan Kesehatan Digelar di Empat Kecamatan
Layanan pengobatan gratis tersebut dilaksanakan secara serentak di empat kecamatan di Kabupaten Bangli.
Pelayanan untuk wilayah Kecamatan Kintamani digelar di Desa Kedisan.
Untuk wilayah Kecamatan Bangli, layanan dilaksanakan di Desa Selati.
Sementara wilayah Kecamatan Susut mendapat pelayanan di Desa Adat Kebon dan Desa Sulahan.
Untuk wilayah Kecamatan Tembuku, layanan kesehatan dipusatkan di Banjar Tembuku Kaja, Desa Tembuku.
Kegiatan pengobatan gratis tersebut merupakan implementasi dari Surat Gubernur Bali tertanggal 29 Juli mengenai pelayanan kesehatan gratis dalam rangka Tumpek Krulut.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Hari Suci Tumpek Krulut memiliki makna memuliakan manusia, menumbuhkan rasa cinta, dan menguatkan kasih sayang kepada sesama.
Tumpek Krulut merupakan hari suci dalam tradisi Hindu Bali yang diperingati setiap 210 hari sekali atau sekitar enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali.
Warga Sambut Positif Pelayanan Gratis
Masyarakat di lokasi pelayanan menyambut positif kegiatan pengobatan gratis tersebut karena memberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapatkan konsultasi medis, serta memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya.
Warga mengikuti proses pelayanan dengan tertib melalui tahapan registrasi, antrean pemeriksaan, dan konsultasi bersama tenaga medis dari puskesmas terdekat.
Bupati Bangli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan layanan kesehatan gratis tersebut.
Pemkab Bangli menilai kegiatan itu tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan Rahina Tumpek Krulut.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, mudah dijangkau masyarakat, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.
"Pengobatan gratis ini bukan sekadar memberikan layanan kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah dijangkau dan berkualitas," ungkap Sang Nyoman Sedana Arta.
- Penulis :
- Leon Weldrick



