
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempertimbangkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap kedua untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau panjang.
OMC Menunggu Kondisi Awan Memadai
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Ronny Eka Saputra menyampaikan rencana tersebut di Banjarbaru, Sabtu (1/8/2026).
Ronny mengatakan pelaksanaan OMC tahap kedua masih menunggu kondisi awan yang memadai untuk dilakukan penyemaian.
OMC tahap pertama telah dilaksanakan pada 15-21 Juli 2026, tetapi operasi lanjutan belum dapat dilakukan karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai sebaran awan di wilayah Kalsel mulai menipis.
Kondisi tersebut membuat wilayah Kalsel belum memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian awan.
Ronny menjelaskan ketersediaan awan menjadi faktor utama dalam menentukan pelaksanaan OMC karena teknologi modifikasi cuaca hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan cukup tebal untuk disemai.
Penyemaian awan bertujuan meningkatkan potensi turunnya hujan sebagai upaya mendukung pengendalian karhutla dan penanganan kekeringan.
"Memang semua tergantung dari situasi dan kondisi cuaca di lapangan, apabila memang awan sekitar memadai untuk disemai, kita akan segera laksanakan OMC," ujar Ronny.
Armada Udara Disiagakan Tekan Karhutla
Sambil menunggu pelaksanaan OMC tahap kedua, pemerintah daerah mengoptimalkan operasi udara untuk mempercepat penanganan karhutla.
BPBD Kalsel menyiagakan empat unit armada udara yang terdiri dari satu helikopter patroli, dua helikopter pengebom air, serta satu pesawat multifungsi untuk mendukung OMC dan patroli udara.
Armada tersebut beroperasi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan dengan pergerakan berdasarkan laporan patroli darat dan patroli udara.
Jika tidak terdapat kejadian kebakaran di suatu wilayah, helikopter dapat dipindahkan ke daerah lain yang membutuhkan penanganan.
Pengerahan armada udara akan lebih dahulu difokuskan ke kawasan prioritas atau Ring 1 apabila terjadi kebakaran, sementara satu unit armada tetap menjalankan patroli keliling untuk memantau potensi munculnya titik api.
Selain dukungan armada udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan logistik dan peralatan berupa mesin pompa, selang, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla.
"Pelaksanaan OMC tahap kedua akan kembali dipertimbangkan. Sementara kita maksimalkan dulu patroli darat, patroli udara, dan operasi helikopter water bombing untuk menekan risiko meluasnya karhutla selama musim kemarau ini," kata Ronny.
- Penulis :
- Leon Weldrick



