HOME  ⁄  Nasional

Program M4CR Ditargetkan Jadi Proyek Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Dunia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Program M4CR Ditargetkan Jadi Proyek Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Dunia
Foto: Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin berbicara dalam acara Media Gathering M4CR di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).

Pantau - Kementerian Kehutanan menyebut Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dengan target rehabilitasi mangrove seluas 32.634 hektare menjadi proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia yang ditargetkan rampung pada 2027.

Target Rehabilitasi Capai 32.634 Hektare

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin mengatakan belum pernah ada proyek rehabilitasi mangrove di dunia dengan cakupan seluas M4CR.

"Perlu diketahui, 32.634 hektare ini adalah proyek rehabilitasi mangrove terbesar di dunia. Tidak pernah ada proyek yang melebihi luasan yang akan dicapai oleh M4CR ini," ungkap Zainal.

Ia menjelaskan Program M4CR merupakan kelanjutan rehabilitasi mangrove yang dimulai sejak 2022 bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), kemudian dilanjutkan oleh Kementerian Kehutanan setelah masa tugas BRGM berakhir.

"Kami kemudian melanjutkan amanah rehabilitasi ini dengan target terakhir yang ditetapkan sebesar 32.634 hektare," ujarnya.

Program tersebut dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Utara, dan Riau.

Kalimantan Timur Jadi Fokus Utama Program

Selain rehabilitasi mangrove, M4CR mencakup pembentukan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), Sekolah Lapang Mangrove, pengembangan mata pencaharian berbasis mangrove, serta penyaluran bantuan pendanaan rehabilitasi.

Zainal mengatakan Kalimantan Timur, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mendapat porsi rehabilitasi terbesar dengan target hampir 12.000 hektare.

"Kalimantan Timur, termasuk IKN di dalamnya, harus menyelesaikan hampir 12.000 hektare. Jadi, sekitar 30 persen lebih dari total prestasi M4CR nasional akan ditentukan oleh kegiatan di Kalimantan Timur," ungkapnya.

Kementerian Kehutanan juga berkolaborasi dengan Otorita IKN untuk mempercepat rehabilitasi mangrove di kawasan ibu kota baru.

"Kami ingin mengangkat IKN, bersama-sama dengan IKN membangun ambience dari M4CR ini dari Ibu Kota Nusantara," kata Zainal.

"Karena M4CR ini ada di empat provinsi, kami berharap setelah ini akan ada lagi kegiatan rehabilitasi mangrove di seluruh Nusantara," tambahnya.

Penulis :
Gerry Eka