
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak seluruh elemen bangsa mempererat persatuan dan kesatuan nasional melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen untuk memperkuat kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat.
Baznas Tekankan Peran Strategis Zakat
"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinnekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.
Sodik menyatakan zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi wadah memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, serta semangat gotong royong.
Menurutnya, gerakan ZIS menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Menag Sebut Pengelolaan Zakat Terus Meningkat
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi perkembangan pengelolaan zakat dan filantropi nasional yang dinilai terus menunjukkan tren positif.
"Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik," ujarnya.
Menag juga menyebut Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.
Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.
"Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," tutur Nasaruddin Umar.
- Penulis :
- Gerry Eka



