
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggencarkan budidaya tanaman sorgum sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyediakan alternatif bahan pangan pokok selain beras.
Budidaya Sorgum Kembali Dikembangkan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo mengatakan sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena sebelumnya pernah dibudidayakan pada 2013 hingga 2015, namun pengembangannya terhenti akibat kendala pemasaran.
Ia mengungkapkan, "Sekitar tahun 2013 hingga 2015 itu pernah dibudidayakan, tapi terkait penjualan ada kendala karena harganya terlalu rendah."
Menurut Joko, saat itu luas budidaya sorgum mencapai sekitar 100 hektare dengan produktivitas sekitar enam hingga tujuh ton per hektare.
Pemkab Bantul kini memulai kembali pengembangan sorgum di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, dengan melibatkan kelompok tani serta Pondok Pesantren Al Mahali Watu Ageng.
Manfaatkan Lahan Marginal
Joko menjelaskan lahan marginal yang selama ini kurang produktif akan dimanfaatkan untuk budidaya sorgum karena tanaman tersebut dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif sekaligus menghasilkan batang dan daun yang bermanfaat sebagai pakan ternak.
Ia mengatakan, "Karena bagaimanapun juga sorgum itu bisa memenuhi unsur karbohidrat pengganti nasi dan batang maupun daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak."
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Tamanmojo Jazimah menyebut budidaya sorgum dilakukan di lahan Sultan Ground yang sebelumnya kurang produktif dan tidak akan mengurangi lahan padi yang telah ada.
Ia menegaskan, "Kami memaksimalkan lahan marginal yang merupakan hamparan dengan status SG yang bisa dimanfaatkan."
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan warga pondok pesantren sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras.
- Penulis :
- Gerry Eka



