
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menggagas pembuatan lokapasar atau marketplace khusus pembelian bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan keamanan pangan sekaligus membuat proses pengadaan lebih terkontrol dan transparan.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan rencana tersebut dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
BGN menetapkan tujuh komoditas prioritas yang akan masuk dalam sistem tersebut, yakni beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu.
Protein Hewani Jadi Perhatian Khusus
BGN memberikan perhatian khusus terhadap bahan pangan sumber protein hewani karena komoditas tersebut membutuhkan penanganan khusus untuk menjaga keamanan dan kualitasnya.
"Kenapa ini menjadi penting? Karena protein hewani ini harus special handling. Kalau penanganannya enggak benar, ini menyebabkan gangguan kesehatan, dan target kita untuk mencapai gizi yang baik ini kemudian tidak bisa kita capai," katanya.
Sudaryono menjelaskan kesalahan dalam penanganan protein hewani dapat menimbulkan gangguan kesehatan sekaligus menghambat pencapaian target pemerintah dalam memberikan asupan gizi yang baik melalui Program MBG.
Ia mencontohkan adanya perbedaan standar penanganan ayam potong di tingkat distributor.
Menurutnya, tidak seluruh distributor ayam potong mempunyai standar pengelolaan yang sama karena sebagian mengartikan fresh sebagai ayam yang dikirim dalam keadaan dingin, sedangkan distributor lainnya mengartikannya sebagai ayam yang baru disembelih.
Selain protein hewani, BGN juga menetapkan ketentuan khusus terkait pembelian beras dengan melarang penggunaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bahan baku Program MBG.
Sistem Pembelian Disiapkan untuk Cegah Kecurangan
Pembelian bahan baku melalui lokapasar disiapkan sebagai salah satu cara mencegah kecurangan yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sistem tersebut diharapkan membuat transaksi bahan baku lebih terkontrol sehingga praktik tidak semestinya, permintaan kickback, maupun pembelian bahan berkualitas rendah yang diklaim berkualitas tinggi dapat dicegah.
"Jadi belanjanya itu menggunakan sistem sehingga tidak ada lagi hanky-panky, tidak ada lagi minta kickback, tidak ada lagi beli kualitasnya jelek tapi diaku tinggi, diaku bagus, supaya dia ngambil untung dan lain sebagainya," ujar Sudaryono.
Sudaryono mengungkapkan konsep lokapasar bahan baku MBG terinspirasi dari Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang telah digunakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pengadaan barang di sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
BGN akan mengadopsi mekanisme yang telah berjalan tersebut untuk diterapkan dalam pengadaan bahan baku Program MBG.
Penjual Bakal Diverifikasi dan Sistem Terapkan Zonasi
BGN juga akan menerapkan mekanisme penjual terverifikasi atau verified seller dengan proses verifikasi yang melibatkan asosiasi terkait.
Selain verifikasi penjual, lokapasar bahan baku MBG akan menggunakan mekanisme zonasi dalam pelaksanaannya.
BGN telah mengundang sejumlah asosiasi untuk membahas rencana tersebut, termasuk asosiasi petelur dan asosiasi ayam.
Menurut Sudaryono, asosiasi-asosiasi yang telah diundang memberikan respons positif terhadap rencana penerapan sistem tersebut.
"Jadi kami mengadopsi sesuatu yang memang sudah berjalan dan nanti ada zonasi, Pak. Jadi orang itu termasuk asosiasi petelur, asosiasi ayam, dan lain-lain sebagainya itu sudah kami undang dan responsnya positif," ucap Sudaryono.
- Penulis :
- Arian Mesa




