
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta pekerja migran Indonesia di Malaysia mendapatkan perlindungan terbaik di tengah proses finalisasi perpanjangan nota kesepahaman atau MoU mengenai penempatan dan perlindungan pekerja migran antara Indonesia dan Malaysia.
Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral Gibran dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan Indonesia menyampaikan kepada pihak Malaysia mengenai pentingnya mempercepat perpanjangan MoU yang mencakup pekerja migran di sektor formal maupun informal.
"Tadi Pak Wakil Presiden juga memesankan pentingnya memberikan proteksi yang bagus, perlindungan yang baik terhadap pekerja-pekerja migran kita yang ada di Malaysia," ujar Mukhtarudin.
Indonesia-Malaysia Percepat Finalisasi MoU
Mukhtarudin berharap pembahasan perpanjangan MoU tersebut dapat dituntaskan dalam beberapa bulan ke depan.
Pertemuan untuk membahas aspek teknis perpanjangan MoU telah dilaksanakan pada September 2026 dan akan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Mukhtarudin juga meminta Ahmad Zahid memberikan dukungan untuk membantu mempercepat proses finalisasi MoU di Malaysia.
"Tadi Wakil Perdana Menteri Malaysia juga menyambut baik tentang rencana kita untuk melakukan pembaruan MoU dan akan koordinasi di internal Malaysia untuk percepatan prosesnya," tuturnya.
Menurut Mukhtarudin, pihak Malaysia akan melakukan koordinasi secara internal sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pembaruan MoU pekerja migran Indonesia.
Indonesia Dorong Penambahan Kuota Pekerja Formal
Selain membahas perpanjangan MoU dan perlindungan pekerja migran, Indonesia dan Malaysia membicarakan kemungkinan penambahan kuota penempatan tenaga kerja Indonesia di Malaysia.
Penambahan kuota tersebut terutama diarahkan pada sektor formal dengan jenis pekerjaan yang membutuhkan kemampuan tingkat menengah hingga tinggi.
Terkait perlindungan pekerja migran, Mukhtarudin mengatakan Indonesia dan Malaysia sebelumnya telah memiliki kesepakatan serta terus melakukan pembinaan terhadap para pekerja.
Pembinaan tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya berbagai permasalahan yang dapat dialami pekerja migran Indonesia selama berada di Malaysia.
Pertemuan bilateral Gibran dan Ahmad Zahid turut didampingi sejumlah menteri dan pejabat Indonesia.
Pejabat yang hadir antara lain Menteri P2MI Mukhtarudin, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.
- Penulis :
- Leon Weldrick




