HOME  ⁄  Nasional

Unhas Kembangkan Program OCEANS untuk Tekan Risiko Stunting di Wilayah Pesisir

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Unhas Kembangkan Program OCEANS untuk Tekan Risiko Stunting di Wilayah Pesisir
Foto: Tim PPK Ormawa FK Unhas menggelar program OCEANS yang diikuti siswa SD di Desa Popo, Kabupaten Takalar, Sulsel.

Pantau - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (Himakaha) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan program OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability) sebagai strategi menekan faktor risiko stunting di wilayah pesisir melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Pendekatan One Health untuk Cegah Stunting

Ketua Tim PPK Ormawa Himakaha Unhas Rahmat Satrio mengatakan program tersebut memanfaatkan potensi dan karakteristik wilayah pesisir untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan.

“Persoalan stunting dan diare berkaitan dengan keamanan pangan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan manusia yang saling mempengaruhi,” ungkapnya.

Pada aspek pangan, tim memanfaatkan ikan nila hasil budidaya bioflok sebagai sumber protein untuk makanan pendamping ASI (MPASI).

Pada aspek kesehatan masyarakat, mahasiswa memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi risiko penyakit infeksi.

Sementara pada aspek lingkungan, program mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

“Melalui pendekatan One Health, kami berkontribusi dalam mendorong keamanan pangan asal hewan, edukasi kesehatan lingkungan, serta kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kembangkan Aplikasi dan Latih Kader Posyandu

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, tim mengembangkan aplikasi GiziTa yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memantau status gizi secara mandiri tanpa bergantung pada kehadiran mahasiswa.

Pelatihan bagi kader Posyandu juga dilakukan untuk memperkuat kemampuan deteksi dini stunting sehingga pendampingan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setempat.

Rahmat menyampaikan pelaksanaan program di Desa Popo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa ketersediaan sumber protein hewani menjadi modal penting dalam pencegahan stunting.

Ia menambahkan manfaat sumber protein tersebut perlu didukung oleh lingkungan yang sehat, perilaku hidup bersih, keamanan pangan, serta keterlibatan aktif masyarakat agar memberikan dampak optimal terhadap tumbuh kembang anak.

Penulis :
Gerry Eka