HOME  ⁄  Food & Travel

Tiga Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Sebaiknya Dihindari demi Pencernaan dan Tidur Nyaman

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tiga Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Sebaiknya Dihindari demi Pencernaan dan Tidur Nyaman
Foto: Ilustrasi -- Hidangan makan malam.

Pantau - Ahli gastroenterologi merekomendasikan tiga kebiasaan yang sebaiknya dihindari setelah makan malam karena dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan serta kualitas tidur, yakni langsung berbaring, berlari, dan mengonsumsi alkohol sebelum tidur.

Hindari Berbaring dan Lari Setelah Makan

Ahli gastroenterologi Edmundo Rodriguez-Frias mengatakan berbaring terlalu cepat setelah makan malam dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menyebabkan mulas yang mengganggu waktu istirahat.

"Salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari adalah berbaring sekitar dua hingga tiga jam setelah makan," ungkap Edmundo Rodriguez-Frias.

Ia menjelaskan berbaring setelah makan dapat memicu refluks asam sehingga disarankan tetap berada dalam posisi tegak selama beberapa jam dengan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai, membaca, atau merapikan rumah.

Sementara itu, ahli gastroenterologi Savita Srivastava menyarankan untuk tidak langsung berlari setelah makan malam karena tubuh sedang berada dalam fase mencerna makanan.

"Lari membuat tubuh Anda memasuki mode 'bertarung atau lari' untuk mengalihkan aliran darah ke sistem muskuloskeletal," jelas Savita Srivastava.

Ia menambahkan kondisi tersebut dapat mengurangi aliran darah ke usus dan memicu gangguan pencernaan seperti kram perut maupun diare sehingga olahraga intens sebaiknya dilakukan beberapa jam setelah makan.

Batasi Konsumsi Alkohol Sebelum Tidur

Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi Michael Bass mengatakan konsumsi alkohol sebelum tidur juga tidak disarankan karena dapat mengendurkan katup di bagian bawah kerongkongan.

"Masalahnya adalah alkohol mengendurkan katup di bagian bawah kerongkongan, katup yang seharusnya menahan asam lambung, dan itu mengganggu tidur Anda di paruh kedua malam," kata Michael Bass.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko refluks asam sekaligus membuat tubuh terbangun dalam keadaan kurang segar pada keesokan harinya.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti