
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah memperbanyak edukasi kepada masyarakat dan memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menyusul peningkatan kasus Influenza A di Indonesia pada awal September 2026.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan aktivitas influenza secara nasional masih berada pada tingkat rendah dan terkendali serta kenaikannya bersifat musiman.
“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan dalam keterangan persnya, Kamis (17/9/2026).
Pemerintah Diminta Perkuat Edukasi dan Layanan IGD
Dalam sepekan terakhir, sejumlah warga melalui media sosial mengeluhkan anak mengalami demam tinggi hingga menyebut instalasi gawat darurat (IGD) di sejumlah daerah, termasuk Bandung dan Surabaya, mengalami kepadatan.
Data surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) Kemenkes menunjukkan aktivitas influenza secara nasional pada minggu ke-34 atau periode hingga 5 September 2026 berada pada level rendah.
Puan meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi mengenai penyebaran Influenza A agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga mengalami gejala,” tuturnya.
Puan juga mendorong penguatan infrastruktur kesehatan, khususnya di wilayah yang terdeteksi mengalami peningkatan penyebaran Influenza A.
“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” jelas Puan.
Menurut laporan Kemenkes yang dikutip Puan, anak usia dini termasuk kelompok yang rentan terdampak dalam kenaikan kasus tersebut sehingga pelayanan kesehatan anak perlu mendapatkan perhatian.
“Meskipun seperti yang disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan hal wajar karena bersifat musiman, namun Pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” jelasnya.
Masyarakat Diimbau Kembali Terapkan Protokol Kesehatan
Puan mendorong Kemenkes memastikan pemerintah pusat dan daerah menyampaikan informasi resmi secara konsisten dan terbuka kepada masyarakat.
“Pemerintah pusat dan daerah perlu menyampaikan perkembangan keadaan secara terbuka agar keluarga tidak bergantung pada kabar yang belum terverifikasi atau mengambil tindakan pengobatan yang tidak tepat,” ungkap Puan.
“Perlindungan juga harus dapat dijangkau seluruh keluarga tanpa dibedakan oleh kemampuan ekonomi. Anak dari keluarga kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan,” sambungnya.
Puan turut meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat dan kebutuhan kesehatan untuk menghadapi peningkatan kasus Influenza A.
“Pemerintah juga harus bisa memastikan peningkatan kasus dapat ditangani sebelum menimbulkan tekanan yang lebih besar terhadap masyarakat dan fasilitas kesehatan,” ujar Puan.
Ia juga mengimbau masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah mengurangi risiko penularan.
“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.
Masyarakat yang sedang sakit diimbau mengurangi aktivitas dan memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisinya semakin berat.
“Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




