
Pantau - Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan seluruh siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 mendapatkan pendampingan selama mengikuti proses pendidikan sebagai upaya mencetak generasi yang cerdas, mandiri, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Pendampingan Jadi Bagian Program Sekolah Rakyat
Bupati Cirebon Imron mengatakan pemerintah telah membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2026/2027.
“Anak-anak akan dibimbing, dididik dengan kasih sayang, didampingi dengan penuh tanggung jawab agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlak mulia.” ungkapnya.
Imron menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas.” ujarnya.
Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi tempat bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus mewujudkan cita-cita mereka.
Sekolah Rakyat Tampung 540 Siswa
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI Suratna Kuswanti mengatakan Sekolah Rakyat merupakan amanat Presiden RI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari mandat langsung Presiden Republik Indonesia serta langkah strategis negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.” ungkapnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon memiliki empat unit asrama dengan kapasitas 544 tempat tidur, 12 ruang kelas, enam laboratorium, ruang makan berkapasitas 576 kursi, masjid, jaringan internet, serta dukungan air, listrik, dan sistem keamanan.
Sekolah tersebut menampung 540 siswa yang berasal dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
- Penulis :
- Gerry Eka



