HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Forum Pemuda China-ASEAN 2026 Perkuat Dialog dan Kolaborasi Generasi Muda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Forum Pemuda China-ASEAN 2026 Perkuat Dialog dan Kolaborasi Generasi Muda
Foto: Irene M. Han, wakil duta besar (Dubes) Republik Indonesia di China.

Pantau - Forum Komunitas Pemuda China-ASEAN (China-ASEAN Youth Community Forum) 2026 menjadi ruang dialog bagi generasi muda, diplomat, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas pendidikan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kerja sama antarmasyarakat, serta penguatan hubungan China dan negara-negara ASEAN.

Pertukaran Pemuda Dinilai Perkuat Hubungan Bilateral

Forum yang merupakan bagian dari China-ASEAN Education Week 2026 itu digelar pada 30 Juli di Guiyang, Provinsi Guizhou, China, dengan menghadirkan Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk China Irene M. Han sebagai salah satu pembicara utama.

Dalam sesi diskusi, mahasiswi program magister Universitas Tsinghua asal Surabaya, Brillin Yapply, mengajukan pertanyaan mengenai peran pertukaran pemuda dalam hubungan bilateral Indonesia dan China serta peluang kolaborasi generasi muda kedua negara.

Menanggapi hal tersebut, Irene menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat merupakan fondasi utama kerja sama bilateral.

"Pemerintah melakukan negosiasi dan menandatangani berbagai perjanjian kerja sama. Namun, seluruh kerja sama berawal dari kepercayaan, komunikasi yang lancar, dan hubungan antarmasyarakat. Inilah fondasi dari seluruh hubungan bilateral," ungkap Irene.

Ia juga menilai keberagaman etnis yang dimiliki Indonesia dan China menjadi modal penting untuk memperkuat rasa saling memahami.

"China dan negara-negara Asia Tenggara memiliki banyak kemiripan. China memiliki 56 kelompok etnis, sementara Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa. Saya menyukai ungkapan ini, yakni kita tidak harus sama persis. Perbedaan itu adalah hal yang alami," ujarnya.

Dalam pidatonya, Irene mengibaratkan hubungan Indonesia dan China seperti harmoni dalam sebuah orkestra.

"Pekan lalu kami menggelar pertunjukan Orkestra Simfoni Pemuda Indonesia. Piano menghasilkan suaranya yang khas, dan biola memiliki nadanya sendiri. Setiap instrumen terdengar berbeda. Hal ini persis seperti hubungan bilateral antara Indonesia dan China. Meski demikian, kita harus dengan rendah hati mencari titik temu guna membangun masa depan bersama yang makmur. China secara konsisten mendorong tercapainya hasil yang saling menguntungkan, kemakmuran bersama, dan kemitraan kolaboratif, yang menjadi inti dari kerja sama bilateral," katanya.

AI Dinilai Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

Usai forum, Brillin mengaku terinspirasi oleh pesan yang disampaikan Irene dan berencana memperdalam penelitian mengenai kerja sama Indonesia-China.

"Saya ingin terlibat dalam penelitian akademis dan memperdalam penelitian mengenai kerja sama Indonesia-China, itulah alasan saya memilih menuntut ilmu di China. Saya mungkin akan bekerja di sini selama beberapa tahun terlebih dahulu untuk meningkatkan kemahiran bahasa Mandarin saya. Jika memungkinkan, saya ingin berkarier di bidang hubungan internasional atau organisasi internasional seperti PBB, atau AIIB, Bank Investasi Infrastruktur Asia," ungkap Brillin.

Ia juga menyampaikan pesan yang diterimanya dari Irene kepada generasi muda.

"Saya bertanya kepadanya apa pesannya untuk generasi muda. Dia berpesan agar kita menjadi diri sendiri, tampil autentik, dan memperbanyak komunikasi dengan orang lain. Saling memahami antarmasyarakat sangat krusial. Oleh karena itu, ada begitu banyak agenda pertukaran rutin antara China dan ASEAN, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen," tuturnya.

Brillin menambahkan bahwa AI berpotensi memperkuat kerja sama pendidikan dan pertukaran antarmasyarakat antara China dan ASEAN melalui komunikasi lintas negara yang lebih efektif serta saling berbagi perspektif.

Penulis :
Gerry Eka