
Pantau - SMAN 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 dan memastikan diri mewakili provinsi tersebut pada Final Nasional yang akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada 23–28 Agustus 2026.
SMAN 3 Painan Unggul di Babak Final
SMAN 3 Painan mencatat nilai tertinggi 80 poin pada babak final, mengungguli SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh yang meraih 75 poin dan SMAN 1 Padang di posisi ketiga dengan 65 poin.
Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Wachid Nugroho, Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar Muspardi, serta Dosen Universitas Negeri Padang Monica Tiara.
Wachid mengapresiasi semangat para peserta dari berbagai daerah yang mengikuti kompetisi hingga tingkat provinsi.
"Banyak cerita yang kami temui selama pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026. Ada peserta di wilayah perbatasan yang harus menempuh perjalanan lima jam menuju ibu kota kabupaten untuk mengikuti seleksi. Bahkan, di Kepulauan Riau ada peserta yang harus berlayar selama tiga hari tiga malam untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Ikhtiar MPR RI adalah memberikan kesempatan dan keadilan bagi seluruh siswa SMA di Indonesia agar dapat mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI dengan akses dan fasilitas yang semakin merata. Mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang kesempatan itu dapat dirasakan oleh seluruh daerah."
Perjuangan Panjang Berbuah Hasil
Guru pendamping SMAN 3 Painan, Rini Ludia Fathira, mengatakan keberhasilan tim merupakan hasil latihan intensif, evaluasi berkelanjutan, dan kerja sama seluruh anggota.
"Kata yang paling tepat menggambarkan proses ini adalah kesabaran dan perjuangan. Tidak ada hasil yang instan. Kami melatih siswa agar mampu menjawab dengan cepat sekaligus tepat, karena itulah kunci dalam kompetisi ini," ujarnya.
Rini juga mengungkapkan tim berhasil memperbaiki pencapaian setelah pada LCC Empat Pilar MPR RI 2025 hanya finis di peringkat keempat.
Sementara itu, perwakilan tim Muhammad Alfarish Tamel mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi pada tahun sebelumnya menjadi bekal penting menghadapi perlombaan tahun ini.
"Tantangan terbesar kami adalah membagi waktu karena kami berada di lingkungan boarding school. Kami beberapa kali harus berlatih saat jam pelajaran sehingga ada materi yang harus kami kejar kembali. Namun kami bersyukur seluruh perjuangan itu akhirnya terbayar," katanya.
Menghadapi final nasional, tim akan meningkatkan intensitas latihan, memperdalam materi Empat Pilar MPR RI, dan memperkuat kerja sama agar mampu memberikan hasil terbaik bagi Sumatera Barat.
- Penulis :
- Aditya Yohan



