
Pantau - Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, berhasil mengantarkan 95 guru dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama meraih gelar magister di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan inklusif di daerah.
Program Magister Perkuat Kompetensi Guru
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Ernes Silvanus mengatakan sebanyak 95 guru telah mengikuti yudisium Program Magister Pendidikan di UNY pada Jumat (31/7).
“Jumat (31/7) kemarin, ada 95 guru dari jenjang TK sampai SMP telah yudisium magister di UNY,” ungkapnya.
Ia menjelaskan lulusan tersebut terdiri atas 12 guru Taman Kanak-kanak, 45 guru Sekolah Dasar, dan 38 guru Sekolah Menengah Pertama yang menyelesaikan Program Magister Pendidikan (M.Pd.).
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Malinau dengan UNY melalui Program Pascasarjana S2 Pendidikan Inklusi yang telah berjalan sejak awal masa kepemimpinan Bupati Malinau Wempi W. Mawa.
Ernes menegaskan keberhasilan itu bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal tanggung jawab untuk mengabdikan ilmu demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malinau.
Pendidikan Inklusif Jadi Prioritas Daerah
Ernes menyatakan pendidikan inklusif menjadi komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, budaya, maupun ekonomi.
“Pendidikan Inklusi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, budaya maupun ekonomi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Malinau juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp28 miliar sepanjang 2021–2026 untuk mendukung aparatur sipil negara melanjutkan pendidikan melalui izin belajar, tugas belajar, dan program beasiswa.
"Ini adalah investasi masa depan. Mungkin kami yang bekerja hari ini belum tentu menikmati hasilnya, tetapi kami yakin investasi pada sumber daya manusia akan menjadi kekuatan besar bagi Malinau di masa mendatang," ujarnya.
Ernes berharap para guru bergelar magister menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, mampu menjadi teladan bagi tenaga pendidik lain, serta menularkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka



