HOME  ⁄  Nasional

Polda Metro Jaya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana dengan Pemetaan Wilayah Rawan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polda Metro Jaya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana dengan Pemetaan Wilayah Rawan
Foto: (Sumber :Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono (tiga kiri) mengecek personel dalam apel Pencegahan dan Penanggulangan Bencana di Lapangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta pada Senin (3/8/2026). (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya).)

Pantau - Polda Metro Jaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui penguatan personel, pemeriksaan peralatan, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan langkah tersebut diawali dengan pemetaan kawasan yang berpotensi terdampak bencana, seperti wilayah rawan banjir, kebakaran, kekeringan, hingga krisis air bersih.

"Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari kemampuan saat merespons kejadian, tetapi juga dari upaya mencegah terjadinya bencana dan kecepatan memberikan pertolongan kepada masyarakat," katanya.

Ratusan Personel dan Peralatan Disiagakan

Apel kesiapan digelar untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sebanyak 233 personel mengikuti apel yang terdiri atas 80 personel Satuan Brimob Daerah Polda Metro Jaya, 100 personel Direktorat Samapta, 50 personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara, serta tiga personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan.

Polda Metro Jaya juga memeriksa kesiapan berbagai sarana penanggulangan bencana, seperti kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), mobil SAR, perahu karet, alat pemadam api ringan (APAR), ambulans, perangkat komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Perkuat Sinergi dan Edukasi Masyarakat

Dekananto menegaskan pemetaan wilayah rawan dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Basarnas, serta instansi terkait agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terpadu.

Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, jajaran kepolisian juga diminta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan air dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Ia menambahkan penegakan hukum terhadap setiap bentuk kelalaian maupun tindakan yang mengakibatkan kebakaran akan dilakukan secara tegas.

"Karena itu, soliditas, kesiapsiagaan, dan pengabdian seluruh personel harus terus diperkuat," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf