
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan Program Magang Nasional (MagangHub) ditujukan untuk mempersiapkan kompetensi lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus menekan angka pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja.
Faried Abdurrahman Nur Yuliono selaku Kepala Biro Humas Kemnaker mengatakan Kemnaker berharap Program Magang Nasional dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan baru.
Tantangan Lulusan Baru Memasuki Dunia Kerja
Faried menjelaskan salah satu tantangan utama yang dihadapi lulusan muda adalah adanya kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di pendidikan formal dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Ia menambahkan banyak lulusan baru menghadapi persyaratan lowongan kerja yang meminta pengalaman kerja, sementara mereka belum memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman tersebut.
Faried mengungkapkan, "Program ini memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional."
Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya lebih siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di lingkungan kerja.
Data Penyerapan Kerja dan Target Program
Berdasarkan catatan Kemnaker pada pelaksanaan sebelumnya, sekitar 30 persen peserta telah memperoleh tawaran pekerjaan setelah program magang selesai.
Sekitar 34 persen peserta belum menerima tawaran resmi, namun telah memiliki indikasi atau peluang untuk direkrut.
Sementara itu, sekitar 36 persen peserta belum memperoleh tawaran pekerjaan.
Faried mengatakan, "Data ini penting dibaca secara utuh. Artinya, program magang tidak otomatis menjamin seluruh peserta langsung bekerja, tetapi sudah menunjukkan adanya jalur transisi yang nyata dari magang menuju kesempatan kerja."
Dari peserta yang memperoleh tawaran kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar dengan porsi 23,4 persen.
Sektor perdagangan besar (wholesale trade) menyerap 17,9 persen peserta yang memperoleh tawaran kerja.
Sektor manufaktur menyerap 16,5 persen peserta.
Sektor kesehatan menyerap 10,3 persen peserta.
Faried mengungkapkan, "Ini menjadi masukan bagi Kemnaker untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi, sekaligus memperluas partisipasi sektor lain, agar kesempatan peserta semakin beragam."
Kemnaker berharap Program Magang Nasional 2026 mampu meningkatkan kompetensi dan pengalaman peserta, menyediakan talenta muda yang siap kerja bagi perusahaan, serta mengurangi kesenjangan kompetensi di pasar kerja nasional.
Faried menegaskan, "Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam mengurangi pengangguran muda, terutama pengangguran lulusan perguruan tinggi, melalui pendekatan yang lebih langsung."
Ia menambahkan, “Yaitu mempertemukan lulusan baru dengan dunia kerja, memberikan pengalaman riil, memperkuat kompetensi, dan membuka peluang rekrutmen setelah program selesai.”
- Penulis :
- Shila Glorya



