
Pantau - Kementerian Transmigrasi mengirim sebanyak 20 Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Airlangga Surabaya ke Kabupaten Manokwari, Papua Barat, untuk melakukan riset, kajian, dan pendampingan kepada masyarakat di kawasan transmigrasi selama empat bulan yang dimulai sejak Agustus.
Ekspedisi Difokuskan untuk Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Wakil Bupati Manokwari Mugiyono menyampaikan bahwa Ekspedisi Patriot merupakan upaya pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan.
Ia berharap hasil kegiatan tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan pada masa mendatang.
Mugiyono mengatakan, "Kami berharap kegiatan ini menghasilkan peta potensi wilayah dan rekomendasi kebijakan yang digunakan ketika menyusun program pembangunan ke depannya."
Menurut Mugiyono, Kementerian Transmigrasi telah menetapkan lima program prioritas pembangunan nasional yang meliputi Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong.
Keterlibatan Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat kawasan transmigrasi dalam mengelola potensi lokal.
Optimalisasi potensi lokal ditargetkan dapat mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Mugiyono mengungkapkan, "Lokasi pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026 berada di kawasan transmigrasi Distrik Prafi, Masni, Sidey dan Manokwari Utara."
Empat distrik tersebut dipilih karena memiliki potensi sumber daya alam yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Potensi yang menjadi perhatian meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta sektor lainnya.
Pendampingan Berbasis Ilmiah dan Teknologi
Mugiyono menjelaskan bahwa pengembangan potensi daerah memerlukan pendekatan ilmiah, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendampingan dan pelatihan secara berkala.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ia menambahkan, "Termasuk perluasan jaringan pemasaran produk yang dihasilkan."
Sementara itu, Perwakilan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Prof Hery Purnomobasuki, mengatakan tim telah mempelajari hasil Ekspedisi Patriot 2025 yang sebelumnya dilaksanakan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kajian terhadap hasil ekspedisi sebelumnya dilakukan untuk mengidentifikasi potensi-potensi baru yang dapat dikembangkan di kawasan transmigrasi.
Prof Hery menjelaskan bahwa Tim Ekspedisi Patriot secara keseluruhan berjumlah sekitar 100 orang yang terdiri atas akademisi, alumni, dan mahasiswa.
Seluruh anggota tim berkomitmen memanfaatkan masa pelaksanaan selama empat bulan untuk memberikan perubahan nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Prof Hery mengatakan, “Tahun ini mayoritas tim dari Universitas Airlangga merupakan alumni. Banyak guru besar yang terlibat dalam ekspedisi di Manokwari.”
- Penulis :
- Leon Weldrick



