
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan transformasi pendidikan vokasi harus memperkuat karakter, mutu, akses, dan relevansi agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan serta meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Fauzan mengatakan penguatan relevansi pendidikan vokasi menjadi agenda utama agar lulusan tidak hanya memiliki keterampilan praktis, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia mengungkapkan, "Ada tiga hal yang selalu menuntut adanya solusi dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan vokasi, yaitu mutu, akses, dan relevansi. Saya ingin mengajak kita semua melakukan introspeksi terhadap tata kelola penyelenggaraan pendidikan vokasi, khususnya terkait relevansi."
Tingkat Pengangguran Lulusan Vokasi Jadi Tantangan
Fauzan memaparkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang.
Ia juga menyebut terdapat 1.050.764 angkatan kerja berpendidikan tinggi yang masih menganggur pada 2025.
Sementara itu, data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencatat Indonesia memiliki 755 perguruan tinggi vokasi yang terdiri atas 283 politeknik, 443 akademi, dan 29 akademi komunitas.
Menurut Fauzan, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perguruan tinggi vokasi untuk memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.
Ia menegaskan, "Kalau kita melihat data BPS tentang pengangguran, angka pengangguran yang berlatar belakang pendidikan vokasi masih menjadi tantangan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya dalam rangka memperkuat relevansi di dunia industri yang dinamis."
Selaras dengan Astacita dan Indonesia Emas 2045
Fauzan mengatakan transformasi pendidikan vokasi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Astacita yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dinilai menjadi salah satu strategi meningkatkan daya saing bangsa.
Dalam konteks tersebut, pendidikan vokasi berperan menerjemahkan penguasaan sains dan teknologi menjadi kompetensi terapan yang dibutuhkan dunia industri.
Fauzan menegaskan, "Pendidikan vokasi berperan penting untuk memberikan kepastian kepada mahasiswa bahwa setelah lulus mereka memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan peluang untuk memperoleh pekerjaan."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



