HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Telaah Dewan Pendidikan Menilai AI Dapat Menjadi Jembatan Baru Pembelajaran Cerita Rakyat Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Telaah Dewan Pendidikan Menilai AI Dapat Menjadi Jembatan Baru Pembelajaran Cerita Rakyat Indonesia
Foto: (Sumber :Gambar ilustrasi buatan AI tentang siswa sekolah yang membuat konten cerita rakyat. ChatGPT/antons.)

Pantau - Sebuah telaah yang ditulis Teguh Setiawan menyoroti perlunya pembelajaran cerita rakyat Indonesia beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) agar tetap relevan bagi generasi yang tumbuh di era digital.

Tulisan tersebut menggambarkan perubahan cara pandang peserta didik yang kini terbiasa mengakses berbagai narasi global melalui media sosial dan teknologi AI sehingga pembelajaran sastra daerah dinilai memerlukan pendekatan yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

Pembelajaran Sastra Dinilai Perlu Beradaptasi

Telaah itu mencontohkan pertanyaan seorang siswa SMP mengenai alasan mempelajari kisah Malin Kundang sebagai gambaran perubahan perspektif generasi muda terhadap cerita rakyat.

Menurut penulis, persoalan utama bukan terletak pada berkurangnya nilai cerita rakyat seperti Malin Kundang, Timun Mas, maupun Bawang Merah Bawang Putih, melainkan metode pembelajaran yang dinilai belum mengikuti perkembangan kebutuhan peserta didik.

Penulis menilai dunia pendidikan masih sering mengajarkan cerita rakyat dengan pendekatan konvensional kepada generasi yang tumbuh di era digital.

AI Disebut Berpotensi Mendukung Pembelajaran

Telaah tersebut menyebut pembelajaran sastra di banyak sekolah masih berfokus pada membaca teks, mengidentifikasi unsur cerita, dan menghafalkan pesan moral sebagai bagian dari kebutuhan evaluasi pembelajaran.

Penulis menilai pendekatan tersebut berisiko membuat pembelajaran sastra menjadi rutinitas yang mekanis sehingga nilai-nilai karakter yang terkandung dalam cerita rakyat tidak tersampaikan secara optimal.

Dalam telaah itu, AI dipandang berpotensi menjadi sarana untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif sehingga cerita rakyat Indonesia dapat kembali menarik bagi generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang dikandungnya.

Penulis :
Aditya Yohan