HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Resmi Menjadi Tuan Rumah Pertama The Summit Championship di Asia Pasifik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Resmi Menjadi Tuan Rumah Pertama The Summit Championship di Asia Pasifik
Foto: Co-Founder & Co-Owner The Summit Championship New York Billy Fajardo, Executive Producer Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit Tiara Josodirdjo, dan Artistic Director Reyno Tommy (sumber: Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit)

Pantau - Indonesia resmi mengantongi lisensi penyelenggaraan The Summit Championship dari New York melalui Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit, sehingga menjadi negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tersebut.

Billy Fajardo selaku Co-Founder sekaligus Co-Owner The Summit Championship New York menyampaikan kepastian tersebut dengan menilai Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk menjadi penyelenggara ajang internasional tersebut.

Ia mengungkapkan, "Kami bangga memberikan lisensi resmi kepada Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit sebagai penyelenggara pertama The Summit Championship di Indonesia sekaligus yang pertama di kawasan Asia Pasifik."

Kompetisi Digelar di Bali

Kompetisi perdana dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026 di sebuah resor di kawasan Kuta, Bali.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan Indonesia menyambut kehadiran komunitas dansa dari berbagai negara dalam ajang tersebut.

Menurut Irene Umar, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk berkompetisi, berkolaborasi, serta bertukar budaya dan pengetahuan.

Ia mengungkapkan, "Kami menyambut para peserta internasional serta mendorong seluruh kompetitor untuk menjunjung sportivitas dan menikmati proses belajar."

Penyelenggara menargetkan sebanyak 300 hingga 500 penari dan pelaku seni mengikuti penyelenggaraan perdana.

Sekitar 70 persen peserta diproyeksikan berasal dari luar negeri.

Peserta diperkirakan berasal dari Australia, Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, Malaysia, India, Selandia Baru, dan Indonesia.

Target Peserta Terus Meningkat

Executive Producer Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit, Tiara Josodirdjo, mengatakan penyelenggara menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang pada penyelenggaraan berikutnya.

Ia mengungkapkan, "Kami berharap ini semakin membuka peluang kolaborasi global sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menjadikan seni tari sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat, positif, dan mampu mempererat hubungan antarmanusia melalui bahasa universal, yaitu musik dan gerakan."

Selama lima hari penyelenggaraan, berbagai kegiatan akan digelar, meliputi kompetisi internasional kategori Salsa, kompetisi internasional kategori Bachata, lokakarya Salsa bersama instruktur internasional, lokakarya Bachata bersama instruktur internasional, lokakarya Kizomba bersama instruktur internasional, kegiatan social dancing, kegiatan jejaring komunitas, serta after party yang menghadirkan juri, instruktur, dan disjoki dari berbagai negara.

Penulis :
Leon Weldrick