
Pantau - Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi kondisi cuaca yang lebih panas dan kering dalam beberapa bulan ke depan seiring menguatnya fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan serta kabut asap lintas batas akibat berkurangnya curah hujan.
Peringatan tersebut disampaikan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC) di Singapura dalam prospek musiman yang dirilis pada Selasa (4/8).
"Kondisi El Nino cenderung meningkatkan peluang curah hujan di bawah normal pada sebagian besar wilayah selatan ASEAN selama Agustus hingga Oktober," kata ASMC.
Pusat meteorologi tersebut juga menyebut kondisi El Nino telah terjadi dan diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang.
Curah Hujan Menurun dan Suhu Meningkat
Menurut ASMC, angin muson barat daya diprediksi bertahan hampir sepanjang periode Agustus hingga Oktober dengan arah angin dominan dari tenggara dan barat daya.
Dengan sabuk hujan muson yang tetap berada di utara khatulistiwa, wilayah selatan ASEAN diperkirakan terus mengalami kondisi kering, sedangkan wilayah utara ASEAN berpotensi memperoleh curah hujan lebih tinggi.
Suhu di atas normal juga diprediksi terjadi di sebagian besar kawasan ASEAN sepanjang Agustus hingga Oktober sehingga berpotensi memperparah kondisi kekeringan.
Risiko Kebakaran dan Kabut Asap Meningkat
ASMC memperingatkan kekeringan berkepanjangan yang disertai angin dominan dari tenggara dan barat daya dapat meningkatkan aktivitas titik panas serta risiko kabut asap lintas batas di kawasan.
Sementara itu, subkawasan Mekong diperkirakan masih berada dalam kondisi relatif aman meski risiko munculnya titik panas tetap dapat meningkat di wilayah yang mengalami curah hujan lebih rendah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



