HOME  ⁄  Nasional

Panas Ekstrem Surutkan Sungai Danube hingga Ganggu Pengiriman Kargo di Austria

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Panas Ekstrem Surutkan Sungai Danube hingga Ganggu Pengiriman Kargo di Austria
Foto: (Sumber :Orang-orang naik perahu di sungai Danube saat terjadi gelombang panas di Wina, Austria, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Xinhua/He Canling/aa.)

Pantau - Gelombang panas ekstrem yang melanda Austria menyebabkan permukaan air Sungai Danube menyusut drastis sehingga mengganggu pengiriman kargo dan operasional kapal pesiar di sepanjang jalur pelayaran tersebut.

Pengiriman Kargo Nyaris Terhenti

Kementerian Inovasi, Mobilitas, dan Infrastruktur Austria menyatakan pengiriman barang melalui Sungai Danube praktis terhenti akibat rendahnya permukaan air.

"Pengiriman kargo praktis terhenti, sementara pelayaran kapal pesiar juga sangat dibatasi," ungkap kementerian tersebut.

Pemerintah Austria menyebut ketinggian air di sejumlah bagian Sungai Danube yang tidak memiliki struktur hidraulik berada sekitar 60 sentimeter di bawah rata-rata ketinggian air rendah jangka panjang.

Kedalaman jalur pelayaran saat ini hanya sekitar dua meter di kawasan Lembah Wachau dan 1,8 meter di wilayah timur Wina.

Meski belum memberlakukan larangan navigasi, kapal-kapal kargo terpaksa mengurangi muatan secara signifikan sehingga angkutan kereta api dan jalan raya kini dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.

Gelombang Panas Picu Kekeringan

Kementerian juga menyebut banyak pelayaran sungai beroperasi dengan pembatasan, bahkan sebagian dibatalkan akibat kondisi tersebut.

Pemerintah membandingkan situasi saat ini dengan periode air surut ekstrem yang terjadi pada 2003 dan 2018, namun tahun ini fenomena tersebut muncul lebih awal, yakni pada Agustus, padahal biasanya terjadi pada akhir musim panas atau musim gugur.

Untuk menjaga kelancaran navigasi, pemerintah bersama operator jalur air pedalaman Viadonau terus melakukan pengerukan serta langkah-langkah lain di sepanjang Sungai Danube.

Austria bersama sejumlah negara Eropa Tengah saat ini sedang menghadapi gelombang panas dan kekeringan berkepanjangan.

Pada Selasa (4/8), Kota Wina mencatat rekor suhu baru sebesar 40,2 derajat Celsius.

Penurunan permukaan air Sungai Danube juga dilaporkan mengganggu aktivitas pelayaran dan operasi sektor energi di Hungaria serta Rumania.

Penulis :
Aditya Yohan