HOME  ⁄  Nasional

BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Percepat Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Bromo

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing untuk Percepat Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Bromo
Foto: (Sumber :Para siswa mengikuti pelajaran di Sekolah Al-Shamal, yang terletak hanya 100 meter dari Garis Kuning di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, Palestina, Senin (12/1/2026). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa..)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, yang hingga kini masih ditangani oleh satuan tugas darat.

"Kami sementara akan mendukung dengan dua unit ya," ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kota Malang, Rabu.

Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, sebelum api menjalar hingga ke wilayah Watu Gede di Kabupaten Probolinggo.

Pemadaman Udara Disiapkan

Suharyanto mengatakan medan kebakaran yang sulit dijangkau menjadi alasan utama pengerahan helikopter pengebom air untuk mendukung upaya pemadaman.

BNPB menargetkan operasi pemadaman dari udara dapat dimulai pada hari ini atau paling lambat Kamis (6/8).

"Ada beberapa jenis, bisa jenis Mi dan bisa Sikorsky, nanti kami lihat yang tersedia, karena BNPB juga sedang melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ujarnya.

Asesmen dan Modifikasi Cuaca

BNPB menyatakan pengerahan dua helikopter dilakukan bersamaan dengan asesmen di lapangan untuk menentukan apakah jumlah tersebut sudah mencukupi atau masih memerlukan tambahan armada.

Suharyanto menilai pengalaman penanganan kebakaran Gunung Bromo pada 2023 menunjukkan dua helikopter water bombing cukup efektif dalam membantu memadamkan kobaran api.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca tetapi sampai siang ini masih belum ada pertumbuhan awan hujan, sehingga dalam beberapa hari untuk operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan