
Pantau - Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak meminta pemerintah merespons pelemahan nilai tukar rupiah dengan memperkuat sektor-sektor produktif, seperti pariwisata, ekspor, dan hilirisasi industri, guna meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
DPR Nilai Pelemahan Rupiah Bisa Dimanfaatkan untuk Dorong Pertumbuhan
Amin Ak mengatakan pengalaman sejumlah negara menunjukkan depresiasi mata uang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila diiringi peningkatan devisa dan produktivitas.
"Fokus kita bukan meratapi rupiah yang melemah, melainkan mengejar ekonomi yang kuat. Ketika rupiah tertekan oleh dinamika global, kita harus mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang ekonomi," ungkapnya.
Menurutnya, pelemahan rupiah dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata karena biaya hotel, kuliner, transportasi, dan layanan wisata menjadi lebih kompetitif bagi wisatawan mancanegara.
"Pariwisata adalah ekspor yang datang ke Indonesia. Wisatawan membawa devisa tanpa kita harus mengirim barang ke luar negeri. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif," ujarnya.
Ia mendorong pemerintah mengembangkan destinasi wisata unggulan seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Wakatobi melalui peningkatan konektivitas, kebersihan, keamanan, kualitas pelayanan, serta promosi internasional.
Percepat Hilirisasi dan Jaga Stabilitas Ekonomi
Selain pariwisata, Amin menilai pelemahan rupiah dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekspor berbagai komoditas dan produk bernilai tambah, seperti kelapa sawit, perikanan, kopi, kakao, furnitur, tekstil, alas kaki, hingga industri kreatif.
"Hilirisasi harus terus dipercepat agar Indonesia tidak lagi hanya menjual bahan mentah. Semakin tinggi nilai tambah produk yang kita ekspor, semakin besar devisa yang masuk dan semakin kuat fondasi ekonomi nasional," katanya.
Ia juga meminta pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis dan komponen industri untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
"Nilai tukar yang terlalu lemah tetap berisiko memicu inflasi, menaikkan biaya produksi, dan mengurangi daya beli masyarakat. Karena itu, stabilitas ekonomi makro harus tetap menjadi prioritas," ungkapnya.
Amin turut mendorong sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha untuk menjaga inflasi, memperkuat iklim investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pasar ekspor agar pelemahan rupiah dapat menjadi momentum memperkuat ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan



