HOME  ⁄  Nasional

BPBD Jatim Kerahkan Drone Water Spray dan Damkar untuk Padamkan Karhutla di Gunung Bromo

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPBD Jatim Kerahkan Drone Water Spray dan Damkar untuk Padamkan Karhutla di Gunung Bromo
Foto: (Sumber :Petugas BPBD Jatim mengerahkan drone water spray untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo. ANTARA/HO - BPBD Jatim.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengerahkan drone water spray, truk tangki, dan mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo sejak awal pekan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Ranu Pani, Kabupaten Probolinggo.

"Sempat padam beberapa saat pada keesokan harinya, namun kembali terbakar siang hari dan berlanjut hingga kini," ungkap Gatot.

Gatot menjelaskan tim gabungan menerapkan dua strategi pemadaman dengan mengoperasikan satu unit drone water spray berkapasitas 150 liter dan satu truk tangki di bagian bawah tebing, sementara petugas di bagian atas melakukan pemadaman secara manual.

"Sedang di bagian atas tebing, petugas gabungan melakukan pemadaman manual dengan cara gepyok," ujarnya.

"Kami juga mengerahkan satu unit pemadam kebakaran dan satu mobil L300 bermuatan tandon air untuk mendukung suplai air di lokasi," tambahnya.

BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Polhut, TNI, Polri, dan relawan peduli api terus berkoordinasi dalam upaya mempercepat penanganan kebakaran.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jawa Timur hingga Kamis (6/8), luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 70 hektare dengan vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.

"Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa," kata Gatot.

Ia menjelaskan medan yang terjal di lereng Kaldera Bromo serta angin kencang menjadi kendala utama karena mempercepat penyebaran api ke bagian tebing yang lebih tinggi.

Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB, termasuk akses masuk dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang hingga waktu yang belum ditentukan.

Gatot menambahkan BNPB dijadwalkan mengerahkan satu helikopter dari Palangka Raya pada Kamis (6/8) untuk mendukung percepatan pemadaman melalui operasi udara.

Penulis :
Aditya Yohan