
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, melakukan pengecekan terhadap bangunan, terutama permukiman warga di kawasan pesisir, setelah gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang laut Pangandaran pada Rabu (5/8/2026) malam, dan hingga Kamis (6/8/2026) belum menerima laporan adanya kerusakan.
BPBD Lakukan Pengecekan Pascagempa
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan petugas memeriksa kondisi bangunan untuk memastikan dampak gempa terhadap permukiman warga.
"Sementara kerusakan belum ada laporan," ungkap Dodo Kusnadi.
Ia menjelaskan berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada Rabu pukul 21.55 WIB dengan pusat gempa berada di 8,12 derajat Lintang Selatan dan 107,91 derajat Bujur Timur atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.
Ia menambahkan guncangan terasa cukup kuat karena gempa memiliki kedalaman sekitar 18 kilometer di laut Pangandaran.
"Goncangan dirasakan karena kedalaman gempa hanya 18 km," ujarnya.
Warga Diimbau Tetap Waspada
BPBD menyatakan aktivitas masyarakat telah kembali normal setelah gempa terjadi.
Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena Pangandaran merupakan wilayah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami.
"Alhamdulillah, aman, imbauan agar tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana, terutama tsunami dan gempa," kata Dodo Kusnadi.
Guncangan gempa juga dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah lain, seperti Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, hingga Kabupaten Bandung.
- Penulis :
- Aditya Yohan



