HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Kembali Erupsi Disertai Dentuman, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Semeru Kembali Erupsi Disertai Dentuman, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
Foto: (Sumber :Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak pada Rabu (16/9/2026) pukul 15.00 WIB. /ANTARA/HO-PVMBG..)

Pantau - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi disertai suara dentuman dan gemuruh pada Rabu (16/9/2026) pukul 22.18 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB. Visual letusan tidak teramati," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Agastya Rajendra dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurut Agastya, erupsi gunung berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 128 detik.

"Letusan Gunung Semeru itu disertai suara dentuman/gemuruh," tuturnya.

BPBD Sebut Tidak Ada Dampak Akibat Dentuman

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho membenarkan adanya suara gemuruh dan dentuman yang menyertai erupsi Gunung Semeru.

"Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut," ujarnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga.

Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Isnugroho.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026