HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Apresiasi Kemendikdasmen Pulihkan Pendidikan Pascagempa di NTT

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Anggota DPR Apresiasi Kemendikdasmen Pulihkan Pendidikan Pascagempa di NTT
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati. ANTARA/HO-Humas DPR RI..)

Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengapresiasi upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memulihkan layanan pendidikan bagi ratusan ribu peserta didik yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saya mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang terus menjaga agar pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascagempa. Anak-anak harus tetap memiliki kesempatan untuk belajar," ujar Kurniasih dikutip di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kemendikdasmen hingga 10 September 2026 mencatat 2.447 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Dampak bencana tersebut mencakup 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan.

Sebanyak 487 satuan pendidikan telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal.

Sementara itu, 1.960 satuan pendidikan masih menjalankan pembelajaran dengan berbagai moda darurat, termasuk menggunakan tenda, ruang terbuka, dan ruang kelas sementara.

DPR Dorong Pemulihan Sekolah Secara Menyeluruh

Kurniasih menilai pemulihan pendidikan perlu dilaksanakan secara bertahap dan menyeluruh agar peserta didik dapat kembali memperoleh layanan pendidikan yang aman.

Menurut dia, revitalisasi sekolah diperlukan untuk mengembalikan ruang belajar, sementara pembelajaran alternatif harus tetap tersedia selama fasilitas pendidikan belum sepenuhnya dapat digunakan.

Penyediaan ruang belajar sementara juga dinilai penting untuk menjaga kesinambungan proses pendidikan di daerah terdampak.

Namun, penggunaan ruang darurat perlu terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta kebutuhan pembelajaran dalam jangka menengah.

Kurniasih turut mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kondisi psikologis peserta didik dan warga sekolah yang terdampak bencana.

Lebih dari 101 Ribu Siswa Butuh Pendampingan Psikososial

Kemendikdasmen mencatat sebanyak 857 satuan pendidikan dengan 101.888 peserta didik membutuhkan pendampingan psikososial.

Dukungan psikososial sejauh ini telah dilaksanakan di 75 sekolah bersama berbagai mitra.

Kemendikdasmen juga menyiapkan pelatihan bagi 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah yang ditargetkan menjangkau sekitar 51 ribu pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak.

"Angka 101.888 anak yang membutuhkan pendampingan psikososial menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan tidak berhenti ketika bangunan sekolah kembali berdiri. Ada anak-anak yang mengalami ketakutan, kehilangan rasa aman, kesulitan berkonsentrasi, dan membutuhkan waktu untuk kembali pada rutinitas belajar," ujar Kurniasih.

Kurniasih mengapresiasi penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan karena mereka menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan peserta didik.

Namun, ia mengingatkan guru bukan pengganti tenaga profesional dalam menangani persoalan psikologis sehingga diperlukan mekanisme rujukan bagi kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kurniasih juga menilai pendampingan psikososial perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026