HOME  ⁄  Nasional

Kemendag Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,86 Triliun untuk Program Perdagangan pada 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemendag Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,86 Triliun untuk Program Perdagangan pada 2027
Foto: (Sumber :Menteri Perdagangan Budi Santoso (depan, tengah) bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri (depan, ketiga dari kiri) dan Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok (depan, keempat dari kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Aria Ananda.)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta dukungan Komisi VI DPR RI atas usulan tambahan anggaran sebesar Rp1,86 triliun untuk membiayai sejumlah program strategis sektor perdagangan pada 2027.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pagu anggaran Kemendag 2027 sebesar Rp1,56 triliun telah dioptimalkan, tetapi masih terdapat kebutuhan strategis yang belum dapat ditampung dalam alokasi tersebut.

"Setelah dilakukan optimalisasi terhadap pagu anggaran tahun anggaran 2027, masih terdapat sejumlah kebutuhan strategis yang belum dapat terakomodasi," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Budi, tambahan anggaran dibutuhkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, transformasi digital perdagangan, hingga memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar global.

"Kebutuhan tersebut diperlukan untuk memperbesar daya ungkit sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi, memperkuat pemulihan dan aktivitas ekonomi masyarakat, mendorong transformasi digital perdagangan, serta memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar global," ujar dia.

Rp1,2 Triliun Diusulkan untuk Pasar Rakyat

Kemendag mengajukan tambahan anggaran Rp1,86 triliun melalui surat Menteri Perdagangan tertanggal 27 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar sebesar Rp1,2 triliun diusulkan untuk pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat.

Kemendag juga mengusulkan Rp344,13 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera melalui pembangunan atau revitalisasi 56 pasar rakyat.

Anggaran sebesar Rp93,60 miliar diusulkan untuk penguatan fasilitasi ekspor, perundingan perdagangan internasional, pengembangan UMKM ekspor, perdagangan antarwilayah, dan kegiatan strategis perdagangan lainnya.

Kemendag selanjutnya mengusulkan Rp134,73 miliar untuk memperkuat sistem teknologi informasi dan digitalisasi perdagangan.

Sementara itu, sebesar Rp90,69 miliar dialokasikan dalam usulan untuk memperkuat dukungan perwakilan perdagangan di luar negeri.

Lima komponen tambahan anggaran tersebut secara keseluruhan berjumlah Rp1,86 triliun.

Mendag Kembali Minta Dukungan Komisi VI DPR

Komisi VI DPR RI sebelumnya telah mendukung pengusulan tambahan anggaran Kemendag dalam rapat kerja pada 31 Agustus 2026.

Budi kembali meminta dukungan Komisi VI DPR RI, khususnya anggota yang juga duduk di Badan Anggaran DPR, dalam rapat pada Kamis.

"Sehubungan dengan kesimpulan tersebut, kami mohon Komisi VI DPR RI, khususnya Anggota Banggar, dapat mendukung usulan tambahan dimaksud dalam rangka pencapaian kinerja Kementerian Perdagangan tahun 2027," ucap Mendag.

Pagu anggaran Kemendag 2027 yang disampaikan dalam rapat mencapai Rp1,56 triliun atau meningkat Rp428,71 miliar dibandingkan pagu indikatif sebesar Rp1,13 triliun.

Pagu Rp1,56 triliun tersebut terdiri atas Program Perdagangan Dalam Negeri sebesar Rp91,27 miliar, Program Perdagangan Luar Negeri Rp120,23 miliar, dan Program Dukungan Manajemen Rp1,35 triliun.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026