HOME  ⁄  Nasional

Bappenas: Praktik Sederhana SDGs Bisa Ciptakan Perubahan Besar bagi Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bappenas: Praktik Sederhana SDGs Bisa Ciptakan Perubahan Besar bagi Masyarakat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kepala Sektariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali dalam agenda SDGs Center Conference 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026). ANTARA/ (Muhammad Baqir Idrus Alatas).)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan praktik baik Sustainable Development Goals (SDGs) yang sederhana dapat memberikan perubahan penting apabila mampu menjawab persoalan nyata, melibatkan masyarakat, dan dijalankan secara konsisten.

Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan hal tersebut dalam Kick Off Meeting Indonesia's SDGs Action Awards (SAA) 2026 yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis.

“Dalam penyelenggaraan sebelumnya (Indonesia SDGs Action Award/SAA), kami belajar bahwa praktik baik yang kuat tidak selalu berasal dari institusi dengan sumber pendanaan terbesar. Praktik sederhana pun dapat memberikan perubahan penting apabila menjawab permasalahan yang nyata, melibatkan masyarakat dan dijalankan secara konsisten, serta memiliki hasil yang dapat dibuktikan,” ungkap Pungkas.

Pungkas menjelaskan Indonesia SAA merupakan penghargaan nasional yang diselenggarakan Bappenas untuk memberikan apresiasi kepada institusi pemerintah maupun nonpemerintah yang menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.

Saat ini, Sekretariat Nasional SDGs bersama unit terkait dan mitra penyelenggara telah menyiapkan pedoman pelaksanaan, persyaratan peserta, instrumen pengisian borang, portal pendaftaran, mekanisme verifikasi, tahapan penilaian, lini masa, serta kanal layanan peserta untuk penyelenggaraan Indonesia SAA 2026.

Ia menegaskan penghargaan tersebut menjadi ruang untuk menemukan praktik yang berhasil, mengenali pembelajaran dari lapangan, mempertemukan berbagai aktor pembangunan, serta memperluas penerapan solusi di berbagai daerah dan sektor.

Menurut Pungkas, sejak pertama kali digelar pada 2022, Indonesia SAA telah diikuti ratusan institusi dari berbagai sektor dengan beragam tema pembangunan berkelanjutan.

“Perjalanan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak solusi untuk pembangunan, untuk tumbuh baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, kampus, komunitas, dan seluruh aktor-aktor pembangunan non-pemerintah, termasuk dunia usaha dan filantropi,” ujarnya.

Ia menambahkan tantangan pada 2026 adalah memastikan berbagai praktik baik tersebut tidak berhenti sebagai contoh yang berdiri sendiri, melainkan menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi yang dapat diterapkan lebih luas oleh berbagai wilayah, sektor, dan kelompok masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan