HOME  ⁄  Nasional

Ekonom Nilai Merah Putih Bond Berpotensi Perkuat Pembiayaan dan Perdalam Pasar Keuangan Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Nilai Merah Putih Bond Berpotensi Perkuat Pembiayaan dan Perdalam Pasar Keuangan Nasional
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman. (ANTARA/Uyu Septiyati Liman.).)

Pantau - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai Merah Putih Bond berpotensi memperdalam pasar keuangan nasional apabila mampu menghadirkan sumber pembiayaan jangka panjang baru di luar APBN, kredit perbankan, dan Surat Berharga Negara (SBN).

Rizal menyampaikan penilaian tersebut kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan instrumen tersebut berpotensi menarik dana dari dana pensiun, perusahaan asuransi, investor institusi, hingga masyarakat untuk membiayai proyek-proyek strategis dan produktif.

Ia mengungkapkan, “Merah Putih Bond berpotensi memperdalam pasar keuangan apabila benar-benar menciptakan sumber pembiayaan jangka panjang baru di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kredit perbankan, dan Surat Berharga Negara (SBN).”

Rizal menjelaskan pendalaman pasar tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari kemampuan memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas pasar sekunder, menurunkan biaya modal, serta menambah pembiayaan produktif.

Ia mengingatkan bahwa instrumen tersebut berisiko hanya memindahkan dana dari SBN atau obligasi korporasi lain apabila proyek yang menjadi dasar penerbitan tidak jelas, arus kas lemah, dan tata kelola tidak transparan.

Ia mengatakan, “Jika underlying project tidak jelas, arus kas lemah, dan tata kelola tidak transparan, Merah Putih Bond justru berisiko hanya memindahkan dana dari SBN atau obligasi korporasi lain, sehingga efek pendalaman pasar menjadi semu.”

Rizal menyarankan pemerintah memberikan insentif berupa tarif pajak kupon yang kompetitif, fasilitas market maker, perlakuan prudensial yang proporsional bagi investor institusi, serta standar transparansi dan pelaporan proyek yang ketat.

Namun, ia menegaskan pemerintah tidak seharusnya memberikan jaminan terselubung, memaksa BUMN membeli obligasi, atau menciptakan privilese berlebihan karena berpotensi menimbulkan moral hazard dan kewajiban kontinjensi bagi fiskal.

Menurutnya, keberhasilan Merah Putih Bond pada akhirnya ditentukan oleh kualitas proyek, kredibilitas penerbit, struktur risiko yang jelas, serta imbal hasil yang sesuai dengan mekanisme pasar.

Penulis :
Aditya Yohan