HOME  ⁄  Nasional

Mendukbangga Intensifkan Ruang Ramah Anak untuk Tekan Gangguan Kesehatan Mental Remaja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mendukbangga Intensifkan Ruang Ramah Anak untuk Tekan Gangguan Kesehatan Mental Remaja
Foto: (Sumber :Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Republik Indonesia, Wihaji (berbaju putih) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kamis (6/8/2026). ANTARA/Aprionis.)

Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengintensifkan gerakan ruang ramah anak untuk menekan gangguan kesehatan mental remaja di Indonesia menyusul tingginya angka anak yang mengalami masalah kesehatan mental.

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Lindungi Kesehatan Mental Anak

Mendukbangga Wihaji mengatakan sebanyak 34,9 persen anak di Indonesia saat ini mengalami gangguan kesehatan mental.

Ia mengungkapkan, "Saat ini sebanyak 34,9 persen anak-anak kita mengalami gangguan kesehatan mental."

Menurut Wihaji, Kemendukbangga bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama tengah mengintensifkan gerakan ruang ramah anak untuk meningkatkan kesehatan mental anak dan remaja.

Ia menegaskan pemerintah memiliki kewajiban memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak dan remaja, guna meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa.

Wihaji mengatakan, "Kami berkewajiban untuk memberikan edukasi kepada seluruh warga negara, khususnya anak dan remaja, untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa ini."

GenRe dan Duta Anak Dilibatkan dalam Kampanye

Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga memaksimalkan peran Generasi Berencana (GenRe) dan Duta Anak untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan mental kepada kalangan remaja.

Menurut Wihaji, pendekatan melalui teman sebaya dinilai lebih efektif dibandingkan penyampaian oleh orang dewasa.

Ia mengungkapkan, "GenRe dan duta-duta anak lebih efektif dalam mengkampanyekan dan mensosialisasikan kesehatan mental, karena lebih didengarkan oleh remaja dan teman-teman sebayanya dibandingkan orang-orang dewasa."

Wihaji menambahkan perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru sehingga pemerintah perlu menyiapkan strategi dan pendekatan yang sesuai dengan perubahan zaman.

Ia mengatakan, "Di tengah peradaban baru ini kita harus memiliki strategi dan cara baru dalam mengatasi masalah kesehatan mental anak-anak ini."

Penulis :
Aditya Yohan