
Pantau - TNI Angkatan Udara memperkuat kemampuan personelnya di bidang intelijen melalui Pelatihan Kepala Satuan Intelijen Angkatan Ke-5 yang berlangsung di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, pada 3-6 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 perwira intelijen TNI AU dan informasi pelaksanaannya disampaikan dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8), dengan waktu publikasi pukul 13.47 WIB.
TNI AU Perkuat Sistem Intelijen
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menjelaskan pelatihan tersebut diselenggarakan karena TNI AU membutuhkan sistem intelijen yang kuat.
Menurut I Nyoman Suadnyana, sistem intelijen yang kuat akan mendukung lahirnya berbagai kebijakan dan keputusan strategis yang diharapkan mampu melindungi negara dari berbagai ancaman.
"Untuk itu, setiap insan intelijen dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, kepekaan terhadap perubahan situasi, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat," ungkap I Nyoman Suadnyana.
Peserta Mendapat Beragam Materi Intelijen
Selama tiga hari pelatihan, peserta menerima berbagai materi yang berkaitan dengan tugas intelijen, mulai dari pengamanan, operasi intelijen, operasi udara, navigasi penerbangan, hukum udara, hingga berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan profesionalisme personel intelijen.
"Para peserta memperoleh pembekalan yang mencakup materi pengamanan, operasi intelijen dan operasi udara, navigasi penerbangan, hukum udara serta berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan profesionalisme personel intelijen dalam melaksanakan tugas di lingkungan TNI AU," kata I Nyoman Suadnyana.
TNI AU berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan intelijen personel agar tetap relevan dengan perkembangan situasi serta mendukung kepentingan pertahanan negara.
- Penulis :
- Shila Glorya



