HOME  ⁄  Nasional

Ma'ruf Amin Meluncurkan Buku Pemikiran Nahdlatul Ulama di Tengah Kehadiran Sejumlah Tokoh Calon Ketua Umum PBNU

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Ma'ruf Amin Meluncurkan Buku Pemikiran Nahdlatul Ulama di Tengah Kehadiran Sejumlah Tokoh Calon Ketua Umum PBNU
Foto: Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menyalami Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud saat peluncuran buku di Jakarta (sumber: PBNU)

Pantau - Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin meluncurkan buku berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, yang dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, termasuk figur-figur yang disebut akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 NU.

Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu yang hadir, termasuk para tokoh yang disebut sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU.

Ia mengungkapkan, "Selain Ketua Umum, juga hadir banyak calon ketua umum. Ada yang sudah diumumkan, ada yang sudah deklarasi, dan ada yang belum deklarasi. Saya ingin menyampaikan terima kasih."

Tokoh yang hadir antara lain Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori, dan Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli.

Buku Mengulas Tiga Pilar Utama Nahdlatul Ulama

Ma'ruf Amin menjelaskan buku tersebut membahas tiga pilar utama Nahdlatul Ulama, yakni fikroh sebagai cara berpikir, manhaj sebagai metode, dan harakah sebagai gerakan.

Ia menyebut buku tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap praktik keberagamaan yang kerap dijalankan sebatas tradisi atau amaliyah tanpa disertai pemahaman utuh mengenai arah perjuangan organisasi.

Dalam pengantar bukunya, Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tidak boleh dipahami hanya sebagai organisasi administratif, melainkan sebagai sistem yang hidup.

Ia mengungkapkan, "Jangan dibiarkan NU itu dilepas tanpa arah, tanpa irsyadat (petunjuk), tanpa taujihat (bimbingan)."

Ma'ruf Amin juga menekankan pentingnya berpegang teguh pada khittah atau garis perjuangan yang diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama sebagai pedoman dalam cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak.

Menurut Ma'ruf Amin, gerakan Nahdlatul Ulama harus dijalankan melalui tiga fungsi utama, yakni himayah atau menjaga, ishlah atau memperbaiki, serta taqwiyah atau menguatkan.

Ia menjelaskan ketiga fungsi tersebut diterapkan dalam harakah diniyyah, harakah wathaniyyah, dan harakah iqtishadiyyah.

Marsudi Syuhud Soroti Pentingnya Legacy Pemikiran

Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa perjalanan hidup dan jabatan dalam organisasi harus meninggalkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Yang terpenting dalam hidup itu harus mempunyai legacy, atau sebutannya para kiai adalah amal saleh. Amal saleh itu jika ditinggalkan, walaupun kita sudah meninggal, masih akan terus diingat dan memberikan manfaat."

Marsudi Syuhud menilai seluruh gagasan dan pemikiran KH Ma'ruf Amin dalam buku tersebut sangat relevan dengan kebutuhan saat ini serta menjadi momentum penting untuk memperbarui Nahdlatul Ulama dalam menyongsong abad kedua.

Marsudi Syuhud yang disebut telah memperoleh dukungan dari sejumlah PWNU dan PCNU untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU juga menilai KH Ma'ruf Amin sebagai sosok pemikir ulung yang mampu mengubah gagasan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, "(pembuat gagasan) itu akan naik tingkatannya. Setelah jadi pikiran dan kalimat-kalimatnya Kiai Ma'ruf, dipikirkan oleh banyak orang. Orang lama-lama akan fokus, lalu menjadi passion."

Menurut Marsudi Syuhud, ketika sebuah gagasan telah dihayati bersama, gagasan tersebut akan membentuk perilaku pergerakan, menyatukan langkah organisasi, serta melahirkan hasil-hasil nyata.

Ia menilai pemikiran KH Ma'ruf Amin telah terbukti memberikan manfaat konkret bagi umat dan bangsa melalui proses panjang dari gagasan hingga implementasi.

Penulis :
Shila Glorya