
Pantau - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menjelaskan konsep Saadatuna sebagai syarah atau penjabaran atas Mabadi Khaira Ummah, prinsip dasar pembentukan umat terbaik yang digagas mantan Ketua PBNU KH Mahfudz Shiddiq.
Lima Prinsip Dasar Mabadi Khaira Ummah
Yahya Cholil Staquf mengatakan Mabadi Khaira Ummah memiliki lima prinsip utama, yakni ash-shidqu (kejujuran), al-amanah wal wafa bil ahdi (amanah dan menepati janji), al-adalah (keadilan), al-istiqamah (konsistensi), dan taawun (tolong-menolong dalam kebaikan).
"Prinsip pertama, ash-shidqu, menjadi fondasi utama karena kejujuran merupakan syarat dasar dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Sebelum segala sesuatu, nomor satu itu kejujuran. Makanya KH Mahfudz Shiddiq itu menempatkan ash-shidqu nomor satu paling dulu," ungkapnya.
Ia menjelaskan kejujuran tidak memutarbalikkan fakta dan menjadi syarat penting agar hubungan sosial maupun aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan baik.
"Yang bisa kita upayakan adalah bagaimana supaya yang jujur beneran tetap bisa menang, walaupun kejujurannya tidak terlihat," ujarnya.
Mengenai prinsip al-amanah wal wafa bil ahdi, Yahya menegaskan amanah merupakan titipan yang harus dijaga, bukan dimiliki ataupun dimanfaatkan di luar peruntukannya.
"Data warga ini amanah, bukan milik pengurus. Jadi ndak bisa diperjualbelikan. Ndak bisa dipinjam untuk politik atau apa. Dan itu harus ada jaminan," katanya.
Ia menambahkan PBNU membangun sistem teknologi untuk menjamin keamanan data warga sehingga hanya digunakan bagi kepentingan kemaslahatan.
Keadilan, Konsistensi, dan Semangat Taawun
Yahya menjelaskan prinsip al-adalah berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya sehingga seluruh pengurus dan warga NU memperoleh kesempatan serta fasilitas yang sama tanpa membedakan wilayah.
Ia juga menekankan pentingnya al-istiqamah atau konsistensi dalam pembangunan organisasi agar program tidak berhenti hanya dalam satu periode kepengurusan.
"Yang baik tak harus tuntas di tangan satu orang, tak boleh terputus pada satu periode," katanya.
Menurutnya, fondasi yang telah dibangun harus diteruskan hingga tuntas agar tidak mangkrak atau kehilangan arah.
Sementara itu, prinsip taawun dimaknai sebagai semangat tolong-menolong dalam kebaikan yang telah menjadi karakter warga Nahdlatul Ulama.
Yahya menegaskan organisasi perlu membangun sistem yang mampu mempertemukan pihak yang membutuhkan bantuan dengan pihak yang dapat memberikan pertolongan secara cepat.
Ia menambahkan nilai taawun merupakan ajaran dasar Nabi Muhammad SAW yang menjadi landasan untuk saling menjaga dan menguatkan antarsesama.
- Penulis :
- Aditya Yohan



