HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi Sekolah di Pulau Miangas Tingkatkan Fasilitas Pendidikan dan Kepercayaan Masyarakat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Revitalisasi Sekolah di Pulau Miangas Tingkatkan Fasilitas Pendidikan dan Kepercayaan Masyarakat
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu 5/8/2026 (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil memperbaiki sarana dan prasarana layanan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjangkau Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebagai wujud pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan revitalisasi sekolah di Pulau Miangas merupakan bagian dari pelaksanaan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter."

SMK Negeri 2 Talaud Miangas Dapat Bantuan Revitalisasi

Salah satu sekolah penerima program revitalisasi adalah SMK Negeri 2 Talaud Miangas yang berdiri sejak 2004 dan menjadi satu-satunya sekolah kejuruan bagi anak-anak di Pulau Miangas.

Kepala SMK Negeri 2 Talaud Miangas, Patriarti G. Urendeng, menjelaskan sebelum direvitalisasi sekolah menghadapi berbagai kerusakan pada sarana dan prasarana.

Kerusakan tersebut meliputi toilet yang harus digunakan secara bergantian, atap ruang kelas yang bocor, jendela yang rusak, dinding bangunan yang retak, serta instalasi listrik yang sudah tidak layak digunakan.

Patriarti mengungkapkan, "Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta. Kemudian, dana itu diperuntukkan bagi rehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK."

Dana revitalisasi lebih dari Rp997 juta tersebut digunakan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas APHPi, satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang Bimbingan Konseling.

Patriarti menilai revitalisasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan belajar karena ruang-ruang yang telah direhabilitasi menjadi lebih nyaman dan dilengkapi perabot penunjang kegiatan praktik pembelajaran.

Kepercayaan Orang Tua dan Jumlah Siswa Meningkat

Patriarti mengatakan hasil revitalisasi turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Ia mengungkapkan, "Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya."

Salah seorang orang tua siswa, Maria Awalla, mengaku fasilitas belajar yang semakin baik membuatnya lebih yakin menyekolahkan anak di SMK Negeri 2 Talaud Miangas.

Maria mengatakan, "Sekarang fasilitas ruang kelas, toilet, dan beberapa lainnya sudah jauh lebih baik. Kami sebagai orang tua tentunya percaya bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang bisa mengantarkan putra putri kami meraih masa depannya."

Perubahan positif juga dirasakan para siswa yang kini dapat belajar dengan fasilitas yang lebih memadai.

Murid kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Alfia Lalala, mengaku bangga dengan kondisi sekolah setelah revitalisasi.

Alfia mengatakan, “Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami merasa senang di sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Menteri.”

Penulis :
Arian Mesa