HOME  ⁄  Nasional

Bank Dunia Menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Independen IDA22 untuk Pimpin Penggalangan Dana Negara Miskin

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bank Dunia Menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Independen IDA22 untuk Pimpin Penggalangan Dana Negara Miskin
Foto: Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima bunga mawar putih dari pegawai Kemenkeu usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa 9/9/2025 (sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pantau - Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) ke-22 yang akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe.

Dalam jabatan tersebut, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun negara-negara peminjam.

Bank Dunia menyatakan, "Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam."

Bank Dunia juga menyebut, "Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional."

Proses Pengisian Dana IDA22

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia, pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru sekaligus menjadi forum bagi para mitra meninjau berbagai kebijakan IDA.

Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan resmi diluncurkan dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

Pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.

IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031.

Sejak siklus IDA18, proses pengisian kembali dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama yang terdiri atas seorang tokoh independen berpengalaman di bidang bank pembangunan multilateral dan seorang perwakilan tingkat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk Presiden Bank Dunia.

Peran IDA bagi Negara Berkembang

IDA merupakan lembaga pendanaan milik Grup Bank Dunia yang berfokus pada negara-negara termiskin di dunia.

Lembaga tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan terbesar dalam upaya memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah.

IDA memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah kepada negara-negara penerima.

Pendanaan dari IDA dimanfaatkan untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan negara, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin.

Sejak tahun 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS yang diinvestasikan di 115 negara.

Penulis :
Arian Mesa