
Pantau - Presiden Myanmar Min Aung Hlaing melakukan kunjungan resmi selama dua hari ke Thailand pada Kamis, yang disebut pemerintah Thailand sebagai babak baru hubungan bilateral setelah pemilu Myanmar yang baru-baru ini digelar.
Kunjungan tersebut juga dinilai memiliki makna diplomatik yang lebih luas karena pemerintah Myanmar yang didukung militer berupaya memperdalam keterlibatan dengan negara-negara mitra di kawasan sekaligus meningkatkan legitimasi serta kedudukan internasionalnya.
Min Aung Hlaing disambut dengan upacara pasukan kehormatan di Gedung Pemerintah Thailand sebelum menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul.
Pertemuan Bahas Isu Lintas Batas
Menurut pejabat Thailand, pembahasan kedua pemimpin mencakup penanganan kejahatan transnasional, pemberantasan sindikat penipuan yang beroperasi di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar, kerja sama penanggulangan perdagangan narkotika, penanganan pencemaran sungai lintas batas, kerja sama ketenagakerjaan, serta peningkatan kolaborasi ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, Myanmar dan Thailand juga menandatangani beberapa nota kesepahaman.
Salah satu nota kesepahaman yang disepakati berkaitan dengan kerja sama di bidang ketenagakerjaan.
Min Aung Hlaing juga dijadwalkan bertemu dengan komunitas bisnis Thailand-Myanmar untuk membahas peluang peningkatan kerja sama ekonomi.
Upaya Perluas Keterlibatan Internasional
Menjelang kunjungan ke Thailand, pemerintah Myanmar merilis foto-foto yang memperlihatkan mantan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi bertemu dengan perwakilan Komite Internasional Palang Merah.
Publikasi foto tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa kepemimpinan Myanmar berniat secara bertahap kembali menjalin keterlibatan dengan komunitas internasional.
Myanmar masih tersisihkan dari pertemuan puncak penting ASEAN sejak kudeta militer pada 2021 karena belum menunjukkan kemajuan dalam pelaksanaan konsensus ASEAN untuk menyelesaikan krisis politik di negara tersebut.
Rencana ASEAN itu antara lain menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar serta dialog antara seluruh pihak yang terlibat dalam konflik politik.
Kunjungan ke Thailand dilakukan setelah Min Aung Hlaing melakukan kunjungan resmi ke Laos pada Juli, yang menjadi kunjungan resmi pertamanya ke negara anggota ASEAN lain sejak menjadi presiden setelah pemilu Myanmar yang berlangsung antara Desember dan Januari.
Sebelum mengunjungi Thailand, Min Aung Hlaing juga telah melakukan kunjungan resmi ke India pada Mei dan China pada Juni.
Min Aung Hlaing sebelumnya juga mengunjungi Thailand pada April 2025 untuk menghadiri KTT Inisiatif Teluk Benggala untuk Kerja Sama Teknis dan Ekonomi Multisektoral di Bangkok.
- Penulis :
- Arian Mesa



