HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Ungkap Penulis yang Dicatut dalam Naskah SSRN Tidak Pernah Terlibat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Ungkap Penulis yang Dicatut dalam Naskah SSRN Tidak Pernah Terlibat
Foto: (Sumber :Arsip - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan pidato kunci pada Peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih di Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) di Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan bahwa sejumlah nama yang dicantumkan sebagai penulis dalam naskah ilmiah di platform SSRN, termasuk yang mencatut nama Presiden Prabowo, tidak pernah mengetahui maupun terlibat dalam penyusunan dan pengunggahan naskah tersebut.

Kementerian menyatakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto telah membentuk tim investigasi sejak Selasa (4/8) untuk menelusuri kasus tersebut.

Ia mengungkapkan, "Sejak dibentuk, tim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mengumpulkan informasi dan dokumen, serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang terkait. Hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung."

Hasil Investigasi Sementara

Tim investigasi menemukan bahwa seluruh pihak yang namanya dicantumkan dalam paper tersebut tidak pernah dimintai persetujuan sebagai penulis.

Temuan itu juga diperkuat oleh keterangan dari kampus asal penulis utama berinisial DD.

Kemdiktisaintek menyebut DD telah membuat pernyataan resmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut.

Hasil penelusuran sementara juga memastikan DD belum menyandang jabatan akademik Guru Besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen di perguruan tinggi mana pun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, DD diketahui baru menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu lalu.

Edukasi Mengenai Fungsi SSRN

Kemdiktisaintek menegaskan SSRN bukan lembaga resmi yang berwenang dalam proses penentuan penghargaan Nobel.

Platform tersebut hanya merupakan repositori atau preprint yang memungkinkan peneliti mengunggah naskah ilmiah sebelum melalui proses verifikasi ilmiah.

Kementerian juga menyoroti sistem unggah SSRN yang memungkinkan pencantuman nama pihak lain tanpa persetujuan, yang dinilai sebagai pelanggaran etika publikasi ilmiah apabila dilakukan tanpa izin.

Masyarakat diimbau tidak terkecoh dengan penggunaan istilah "nominasi" dalam judul naskah karena proses nominasi Nobel bersifat tertutup dan seluruh datanya dirahasiakan oleh Komite Nobel selama 50 tahun.

Penulis :
Aditya Yohan