
Pantau - Warga kembali mengeluhkan tumpukan sampah di RT 04/RW 03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, karena menimbulkan bau menyengat, mengganggu akses menuju sekolah, dan dikhawatirkan memicu masalah kesehatan serta banjir.
Warga Keluhkan Bau dan Gangguan Aktivitas
Tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga terlihat hampir setinggi atap bangunan tak berpenghuni di dekat lokasi.
Petugas kebersihan tampak mengangkut sampah secara bertahap menggunakan peralatan sederhana sebelum dimuat ke truk untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Seorang warga, Lili, mengaku penumpukan sampah tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari selama sekitar dua bulan terakhir.
"Ya, khawatir, sih, sebenarnya. Cuma mau bagaimana lagi, memang sudah biasa seperti ini setiap harinya. Tapi kalau mau dibersihin, ya, lebih bagus," ungkap Lili.
Ia menjelaskan sebelumnya sampah dari gerobak langsung diangkut truk sehingga tidak sempat menumpuk.
“Kalau dulu, dari gerobak langsung diambil mobil, jadi enggak ditumpuk. Sekarang, sudah sekitar dua bulan begini,” ujarnya.
Lili juga mengaku khawatir bau sampah berdampak pada kesehatan anak-anak yang setiap hari melintas menuju sekolah.
“Ya, bau, lah. Anak-anak juga kan enggak sehat kalau dekat sampah, tapi kita mau enggak mau harus jalanin,” katanya.
Ia berharap penanganan segera dilakukan agar sampah tidak terbawa air saat musim hujan dan memicu banjir.
Kelurahan Ubah Sistem Pengangkutan Sampah
Lurah Kedaung Kaliangke Ghufri Fatchani menjelaskan penumpukan terjadi akibat terganggunya distribusi pengangkutan sampah menuju TPST Bantar Gebang.
Menurutnya, lokasi tersebut sebelumnya sempat dikosongkan karena merupakan lahan milik Kementerian Agama yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan.
“Namun, setelah ada masalah di Bantar Gebang, penumpukan terjadi lagi sehingga sampah kembali menumpuk di lokasi ini,” tuturnya.
Ghufri mengatakan pihak kelurahan terus mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, meski penerapannya baru berjalan optimal di sejumlah wilayah.
“Salah satu yang sudah berjalan baik ada di RT 3 RW 3. Mereka sudah melaksanakan maggot, composting, dan bank sampah, sehingga volume sampah yang dibuang berkurang,” terangnya.
Ia menargetkan seluruh sampah di lokasi tersebut dapat diangkut dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Setelah proses pembersihan selesai, sistem pembuangan akan diubah sehingga gerobak sampah dari lingkungan RT langsung membuang residu ke truk pengangkut tanpa lagi ditumpuk di lokasi.
“Kami sudah meminta Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk mengosongkan wilayah ini dari sampah. Nantinya, gerobak sampah dari RT langsung bertemu dengan truk pengangkut, sehingga tidak ada lagi penumpukan di sini,” imbuh Ghufri.
- Penulis :
- Aditya Yohan



