
Pantau - Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani 25,9 juta penumpang domestik dan internasional sepanjang semester I 2026, sekaligus menempati posisi sebagai bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal.
Trafik Penumpang dan Penerbangan Terus Meningkat
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan capaian tersebut didukung oleh 177.724 pergerakan pesawat selama periode Januari hingga Juni 2026.
Ia menjelaskan dari total 25,9 juta penumpang, sebanyak 17,55 juta merupakan penumpang domestik dan 8,35 juta merupakan penumpang internasional.
"Berdasarkan laporan Official Airline Guide (OAG) Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026, Bandara Soetta menempati peringkat kedua sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal (scheduled seat capacity), dengan sekitar 3,32 juta kursi atau meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkap Heru.
Saat ini Bandara Soekarno-Hatta melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik.
"Jaringan penerbangan tersebut terus memperkuat peran Soekarno-Hatta sebagai simpul konektivitas nasional sekaligus salah satu hub penerbangan terpenting di kawasan Asia," ujarnya.
Perkuat Peran Sebagai Hub Penerbangan Regional
Heru menilai tingginya konektivitas penerbangan menunjukkan Bandara Soekarno-Hatta terus berkembang sebagai bandara strategis yang mendukung mobilitas masyarakat.
"Di balik capaian tersebut, terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan setiap pertumbuhan trafik diikuti dengan peningkatan kapasitas, kualitas pelayanan, serta pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pengguna jasa," katanya.
Berdasarkan laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026, Bandara Changi Singapura berada di peringkat pertama dengan kapasitas 3,56 juta kursi, disusul Bandara Soekarno-Hatta di posisi kedua dengan 3,32 juta kursi, serta Bandara Internasional Kuala Lumpur di posisi ketiga dengan 3,15 juta kursi.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menempati posisi kesembilan dengan kapasitas 1,3 juta kursi, sedangkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar berada di posisi kesepuluh dengan 953.513 kursi.
- Penulis :
- Aditya Yohan



