
Pantau - BP BUMN menilai hilirisasi sektor perkebunan yang dijalankan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menggelar rapat bersama direksi PTPN untuk membahas kesiapan implementasi program hilirisasi dan pengembangan komoditas strategis pada Jumat.
Hilirisasi Diawali Uji Coba Skala Kecil
Pembahasan difokuskan pada kesiapan implementasi program melalui perencanaan, riset, serta pengembangan model bisnis yang matang sebelum dijalankan dalam skala yang lebih luas.
Dony menegaskan setiap program hilirisasi perlu diawali dengan pengujian dalam skala terbatas.
"Sebelum kita mulai yang skala besar, teman-teman mesti trial dulu di skala kecil. Success rate-nya harus dilihat dulu, begitu juga return on investment yang bisa dicapai," ungkapnya.
Ia menambahkan setiap investasi harus didukung studi kelayakan yang komprehensif, perhitungan produktivitas lahan yang akurat, serta tingkat return on investment yang sehat.
Fokus pada Nilai Tambah dan Keberlanjutan
Dony berharap pengembangan komoditas strategis mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Selain aspek bisnis, BP BUMN juga menaruh perhatian pada keberlanjutan lingkungan dalam pelaksanaan hilirisasi.
Pemilihan lahan, menurut Dony, harus tetap menjaga fungsi kawasan resapan air agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
BP BUMN bersama Danantara menyatakan pendekatan bertahap dan berbasis kajian yang matang diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi sektor perkebunan Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



