HOME  ⁄  Nasional

Polri Perkuat Pemantauan Karhutla melalui SiPongi untuk Hadapi Potensi El Nino dan Musim Kemarau 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Polri Perkuat Pemantauan Karhutla melalui SiPongi untuk Hadapi Potensi El Nino dan Musim Kemarau 2026
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan pers tentang rekrutmen Akpol 2026 di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa 7/4/2026 (sumber: ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Pantau - Polri memperkuat pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi potensi El Nino dan musim kemarau 2026.

Penguatan pemantauan tersebut menjadi bagian dari transformasi pengendalian karhutla yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi.

Penguatan pemanfaatan SiPongi menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo pada 30 Juli 2026.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

Transformasi Pengendalian Karhutla Berbasis Teknologi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa pemanfaatan SiPongi yang dikembangkan oleh Kementerian Kehutanan merupakan bagian dari transformasi pengendalian karhutla.

Ia mengungkapkan, "Sistem ini memungkinkan seluruh pemangku kepentingan memperoleh data yang sama secara cepat sehingga langkah verifikasi, pencegahan, hingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan terpadu."

Melalui integrasi data SiPongi, Polri bersama kementerian dan lembaga dapat memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran secara waktu nyata.

Pemantauan secara waktu nyata tersebut memungkinkan respons penanganan dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

Verifikasi Lapangan dan Upaya Pencegahan

Data yang ditampilkan dalam SiPongi digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan serta menjadi dasar pelaksanaan verifikasi di lapangan.

Verifikasi lapangan dilakukan oleh personel Polri bersama Manggala Agni, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

Setiap informasi mengenai titik panas dapat segera dipastikan kondisi sebenarnya melalui proses verifikasi sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

Menurut Johnny Eddizon Isir, pemanfaatan teknologi informasi akan terus dioptimalkan untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak tahap awal.

Selain mengoptimalkan teknologi, Polri tetap mengedepankan langkah-langkah preventif melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan.

Penulis :
Arian Mesa