
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pengembangan riset nuklir oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama lembaga pemerintah lainnya difokuskan untuk kepentingan energi dan kesehatan, termasuk mengkaji kemungkinan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia serta pengembangan teknologi medis.
Prasetyo mengatakan riset nuklir yang dilakukan pemerintah tidak hanya membahas pemanfaatan energi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan, khususnya di bidang medis.
Ia mengungkapkan, "Kalau berkenaan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke penelitian untuk kepentingan energi dan kesehatan. Misalnya, mungkinkah pembangkit listrik tenaga nuklir dibangun di Indonesia atau peralatan alutsista berbahan nuklir, serta untuk kepentingan kesehatan, terutama medis."
BRIN Paparkan Kesiapan Teknologi Nuklir kepada Presiden
BRIN memamerkan hasil riset dan inovasi di bidang nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Salah satu materi yang dipresentasikan adalah kesiapan teknologi untuk mendukung rencana pembangunan PLTN di Indonesia.
Presiden Prabowo menerima penjelasan langsung dari para peneliti BRIN mengenai perkembangan riset teknologi nuklir serta kesiapan lembaga tersebut dalam mendukung program pemerintah.
Peneliti BRIN menyampaikan Indonesia memiliki potensi uranium sekitar 89.000 ton.
Peneliti BRIN juga mengungkapkan potensi thorium di Indonesia mencapai sekitar 143.000 ton.
Selain itu, peneliti BRIN menjelaskan bahwa mereka telah berhasil memurnikan uranium hingga 60 persen.
Presiden Dorong Konsolidasi Riset Nasional
Selain bidang nuklir, BRIN turut memamerkan berbagai hasil riset di sektor kedirgantaraan dan keantariksaan.
Riset mengenai ketahanan air juga menjadi bagian dari pameran.
Inovasi di bidang energi dan mineral turut ditampilkan kepada Presiden.
Hasil penelitian mengenai lingkungan dan pengelolaan sampah juga dipresentasikan.
BRIN turut memperlihatkan riset di bidang perumahan dan kebencanaan.
Berbagai inovasi di sektor kesehatan juga menjadi bagian dari pameran.
Riset di bidang transportasi ikut dipamerkan.
Inovasi yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut diperkenalkan.
BRIN juga menampilkan hasil penelitian di bidang pangan dan pertanian.
Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus riset yang dipresentasikan.
Penelitian di sektor perikanan turut diperlihatkan kepada Presiden.
Riset di bidang pertahanan dan keamanan juga menjadi bagian dari pameran.
Pelestarian warisan budaya turut masuk dalam daftar hasil riset yang dipamerkan.
Setelah meninjau hasil riset dan inovasi BRIN, Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada sekitar 150 peneliti BRIN di Istana Kepresidenan RI.
Prasetyo menilai pertemuan Presiden dengan para ilmuwan BRIN menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sumber daya riset nasional.
Menurut Prasetyo, sejak awal menjabat Presiden Prabowo telah menginstruksikan pemerintah dan seluruh lembaga yang memiliki kemampuan riset untuk menyatukan dan mengonsolidasikan sumber daya penelitian.
Ia menegaskan, “Tujuannya hanya satu, yaitu mengonsolidasikan dan menajamkan riset kita dengan tujuan untuk menghasilkan riset-riset yang langsung berdampak dan bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi bangsa kita.”
- Penulis :
- Shila Glorya



