HOME  ⁄  Nasional

Bawaslu Gandeng Pemuda LIRA, Siapkan 1.000 Relawan Awasi Pemilu 2029 di 27 Provinsi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bawaslu Gandeng Pemuda LIRA, Siapkan 1.000 Relawan Awasi Pemilu 2029 di 27 Provinsi
Foto: Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam penandatanganan nota kesepahaman Bawaslu RI dan DPP Pemuda LIRA di Jakarta Selatan, Sabtu 8/8/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menggandeng DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) untuk memperkuat pengawasan partisipatif Pemilu 2029 dengan menyiapkan sekitar 1.000 pengurus atau relawan di 27 provinsi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bawaslu RI dan DPP Pemuda LIRA di Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari persiapan Bawaslu menghadapi Pemilu 2029 sekaligus memperluas keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mengawasi proses demokrasi.

Bawaslu Dorong Kerja Sama hingga Daerah

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja berharap kerja sama tersebut tidak berhenti di tingkat pusat dan dapat diteruskan oleh jajaran Bawaslu bersama Pemuda LIRA di daerah.

"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di Badan Pengawas Pemilu RI, tapi juga akan ditindaklanjuti oleh 27 provinsi lainnya dan nanti tergantung dari kekuatan teman-teman DPP Pemuda LIRA di cabang di tingkat kabupaten kota," kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Rahmat menjelaskan kerja sama dengan Pemuda LIRA menjadi salah satu bagian dari persiapan Bawaslu dalam menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Bawaslu secara khusus mengharapkan keterlibatan aktif kalangan pemuda dan mahasiswa yang memiliki semangat dan daya juang untuk ikut memperkuat demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

Bawaslu juga menargetkan kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengawasi sekaligus membantu penyelenggaraan Pemilu pada masa mendatang.

"Kami menargetkan sebanyak-banyaknya kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada, terutama para pemuda, mahasiswa, yang kemudian akan mengawasi penyelenggaraan dan juga ikut membantu penyelenggaraan Pemilu di masa yang akan datang," kata Rahmat.

Rahmat menegaskan tahapan Pemilu 2029 akan mulai berjalan pada 2027.

Jadwal tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatur penyelenggaraan Pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.

Pemuda LIRA Siapkan 1.000 Pengurus

Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026–2031 Sultoni menyatakan organisasinya siap bersinergi dengan Bawaslu hingga tingkat provinsi untuk membantu pengawasan Pemilu secara maksimal.

"Pada dasarnya target kami, kami akan bersinergi dengan Bawaslu di sampai dengan 27 provinsi. Jadi kami akan membantu pengawasan semaksimal mungkin agar Pemilu ini menjadi Pemilu yang bermartabat dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang hebat," kata Sultoni.

Menurut Sultoni, Pemuda LIRA menyiapkan sekitar 1.000 pengurus untuk terlibat membantu Bawaslu melakukan pengawasan Pemilu di 27 provinsi.

Ribuan pengurus tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan Pemilu 2029 sekaligus membantu menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi.

"Kita kurang lebih 1.000 pengurus yang akan siap membantu Bawaslu di 27 provinsi untuk menyukseskan pengawasan Pemilu di 2029," ujar Sultoni.

Bawaslu dan Pemuda LIRA berharap nota kesepahaman tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret melalui jajaran kedua organisasi di 27 provinsi.

Penulis :
Shila Glorya