
Pantau - Kualitas udara Jakarta tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Minggu (9/8/2026) pagi sehingga masyarakat disarankan memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan pembaruan IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 155 dengan konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 60,6 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi PM 2,5 tersebut tercatat 12,1 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang dapat berupa debu, asap, dan jelaga di udara.
Paparan PM 2,5 dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Jakarta Berada di Urutan Keempat Terburuk
Kualitas udara Jakarta pada Minggu pagi tercatat berada di urutan keempat terburuk di Indonesia berdasarkan data IQAir.
Pontianak menempati posisi pertama dengan indeks kualitas udara 228, disusul Serpong dengan 191 dan Tangerang dengan 159.
Masyarakat direkomendasikan mengenakan masker, menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk mencegah masuknya udara kotor, serta menyalakan penyaring udara.
Dinkes DKI Ingatkan Kelompok Rentan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kualitas udara sebelum melakukan aktivitas.
Masyarakat juga diminta mencukupi kebutuhan air minum untuk mencegah dehidrasi serta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan ketika kualitas udara memburuk.
Warga disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, serta rasa perih pada mata atau tenggorokan.
- Penulis :
- Gerry Eka



