HOME  ⁄  Nasional

Isu Humaniora Sepekan Diwarnai Kemunculan Harimau hingga Target 100 Sekolah Rakyat Beroperasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Isu Humaniora Sepekan Diwarnai Kemunculan Harimau hingga Target 100 Sekolah Rakyat Beroperasi
Foto: Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Pantau - Sejumlah isu humaniora menjadi perhatian publik dalam sepekan terakhir, mulai dari kemunculan harimau sumatra di permukiman warga Aceh Timur, peningkatan status kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga target pengoperasian 100 Sekolah Rakyat pada akhir Agustus 2026.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan tim untuk menangani kemunculan harimau sumatra atau Panthera tigris sumatrae di Kabupaten Aceh Timur.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan tim dikerahkan untuk mencegah interaksi negatif antara harimau dan masyarakat serta menggiring satwa dilindungi tersebut menjauh dari permukiman warga.

BGN Tingkatkan Status Keracunan MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meningkatkan status kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis dari kejadian menonjol menjadi kejadian fatal.

"Kami telah meningkatkan status, kasus keracunan bukan lagi kejadian menonjol, melainkan kejadian fatal, karena ini menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan seseorang," kata Sudaryono dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta.

Kementerian Sosial pada pekan yang sama mempercepat pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga pendidik untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico mengatakan proses rekrutmen terus berjalan agar kebutuhan sumber daya manusia di Sekolah Rakyat dapat terpenuhi sesuai jadwal operasional.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menegaskan tenaga kesehatan sebagai pelayan masyarakat tidak boleh bersikap nirempati, terutama terhadap pasien yang sedang sakit.

"Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nirempati seperti itu," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis.

Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Akhir Agustus

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sedikitnya 50 hingga 100 unit bangunan baru program Sekolah Rakyat ditargetkan mulai aktif beroperasi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Agustus 2026.

"Jadi, mulai aktif itu akhir Agustus 2026 setelah HUT RI, 50 sampai 100 unit sekolah baru akan jadi di seluruh Indonesia," kata Teddy di Tangerang, Sabtu.

Pengoperasian sekolah tersebut menjadi bagian dari pengembangan program Sekolah Rakyat yang disiapkan pemerintah bersamaan dengan percepatan pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga pendidik.

Penulis :
Gerry Eka